Amanda Berry Smith (1837-1915) – Masa Pelayanannya Hingga Akhir Hayat


Nats: Ulangan 13:4, “TUHAN, Allahmu, harus kamu ikuti, kamu harus takut akan Dia, kamu harus berpegang pada perintahNya, suaraNya harus kamu dengarkan, kepadaNya harus kamu berbakti dan berpaut.

Sekilas Ulasan Sebelumnya

Amanda yang hidupnya telah dijamah oleh Tuhan, rajin bersaksi tentang pengalaman rohaninya kepada teman-teman dan tetangganya. Ia mendorong mereka untuk mengejar kemurnian hati bersama Allah. Dia juga mulai bersaksi di gereja-gereja di lingkungannya.

Amanda belum merasa cukup. Ia berusaha memahami lebih dalam. Ia mulai menghadiri pertemuan-pertemuan mingguan untuk belajar tentang kesucian. Cara berpakaiannya pun berubah, agar tidak menjadi serupa dengan dunia ini. Ia terus bersaksi tentang kesucian hidup dan menyebarkan traktat/bacaan-bacaan rohani di ujung-ujung jalan.

Pelayanan Kesaksian Selanjutnya

Acara Kemah Pertemuan adalah rangkaian pelayanan gereja yang dilaksanakan selama beberapa hari, di beberapa lokasi, terkadang sampai malam. Tahun 1870, Amanda menghadiri acara-acara kemah pertemuan ini.

Di salah satu acara kemah pertemuan ini, Amanda memberikan kesaksian yang luarbiasa tentang kesucian hidup. Kesaksiannya dimuat di surat kabar harian. Ia terus saja memberikan kesaksian kepada pendengarnya, meninggalkan kesan yang sulit dilupakan bagi para pendengarnya.

Amanda mengunjungi acara-acara Kemah Pertemuan dengan berjalan kaki. Banyak kali, ia berjalan lebih dari 10 mil, dalam segala macam cuaca, demi menyampaikan pesan Allah kepada sesamanya. Ia bukan wanita kaya dengan banyak rumah dan tanah. Ia tidak beruntung mempunyai suami yang baik yang dapat membiaya kebutuhan keuangannya. Namun terlepas dari semua tantangan ini, Amanda terus berjuang.

Tahun 1873, Amanda memimpin doa dan pelayanan kesaksian di salah satu acara Kemah Pertemuan. Dan tahun 1874, popularitas Amanda telah menyebar dan mempengaruhi bahkan orang-orang kaya kulit putih di New Jersey. Mereka meminta Amanda berbicara di pertemuan-pertemuan lain. Amanda pun menyampaikan kesaksiannya dan membuat hati ratusan orang menjadi diyakinkan dan berhasrat untuk memiliki kesucian hati.

Amanda kemudian tidak hanya terkenal karena kesaksiannya, tetapi juga karena kemampuan bernyanyinya. Akhirnya, Amanda mendapatkan julukan “Musafir yang Bernyanyi” dan “Gambar Allah yang Terukir Pada Kayu Hitam.”

Amanda terlibat di dalam Kebangunan Rohani di Philadelphia pada tahun 1875. Amanda menyampaikan kesaksian berdasarkan Yohanes 15, dan mulai menyuarakan menentang penjualan  pembelian Alkohol dan pembeliannya dari luarnegeri. Dia mendorong orang percaya untuk mempercayai Allah untuk segala sesuatu, dan meminta Allah menyucikan diri mereka.

Keluar Negeri: Inggris dan Skotlandia

Seorang pemimpin Kristen di Amerika mendorong Amanda untuk menghadiri pertemuan besar di Liverpool, Inggris pada tahun 1876. Amanda takut berlayar, tetapi dia berdoa dan Allah menguatkannya untuk berlayar ke Liverpool. Kapten kapal mengundangnya untuk memimpin pelayanan di atas kapal, dan ia bersaksi begitu baik, sehingga para penumpang lain mulai menyebarkan berita tentang Amanda.

Amanda pun bersaksi kepada orang-orang Inggris, dan menjadi seorang pembicara terkenal di pertemuan-pertemuan dan Kebangunan Rohani, di Inggris dan Skotlandia. Ia tinggal di sana, satu setengah tahun.

Misi Dunia: India dan Afrika

Seorang pemimpin Kristen lain di Amerika, mengundang Amanda untuk bergabung dengannya untuk menjadi melakukan perjalanan misi ke India. Amanda merasa enggan untuk ke India. Ia berdoa untuk hal itu, dan Allah menunjukkan bahwa itu adalah kehendakNya bagi Amanda untuk pergi ke India.

Amanda tidak punya dana untuk perjalanannya, tetapi seorang wanita Amerika yang juga hendak ke India, mengumpulkan uang untuk membiayai perjalanan Amanda. Amanda pun berlabuh di Bombay, India, tetapi ia mengadakan perjalanan ke Kalkuta, dimana ribuan orang India menantikannya berbicara. Banyak orang India yang tadinya tidak mau datang ke gereja, datang hanya demi mendengar Amanda berbicara. Amanda pun berbicara di beberapa kota besar di India.

Namun pelayanan sukses Amanda bukannya tanpa tantangan, karena bagi orang India, adalah sesuatu yang menakutkan bagi seorang wanita untuk memproklamasikan Injil. Pada akhir perjalanan misi Amanda di India, ia dituntun untuk pergi ke Afrika Utara, sebelum kembali ke Amerika Serikat.

Bagaimana pun, ia tidak punya uang untuk membiayai perjalanannya ke Afrika. Maka ia pun kembali ke London, Inggris. Sementara ada di Inggris, para pendukungnya yang ada di Inggris mengumpulkan bantuan untuk perjalanannya ke Afrika. Perjalanannya di Afrika pun berlangsung lebih dari delapan tahun, salah satunya ke Liberia.

Liberia

Selama tahun-tahun ini, ia mendapatkan beberapa pencapaian. Ia pun membangun perkumpulan untuk menyelamatkan beberapa pemabuk dari kematian. Ia mempimpin Kebangunan Rohani, mengunjungi dan melayani yang sakit dan miskin, dan mendampingi pembangunan sekolah dan misi.

Dia menerima penerimaan yang hangat di banyak tempat. Dalam delapan tahun lebih pelayanannya di Afrika, ia punya banyak kesempatan untuk pulang, tetapi ia sering mendapati dirinya menunda perjalanan demi menyelesaikan proyek-proyek kemanusiaan. Padahal di tengah semua pelayanan ini, ia menderita beberapa kali serangan malaria.

Kerja Keras untuk Panti Asuhan Hingga Akhir Hayat

Di Afrika, Amanda mengadopsi dua anak yatim-piatu Afrika. Nama kedua anaknya itu, masing-masing Frances dan Bob. Pada akhir  1889, ia meninggalkan Afrika menuju Inggris dengan anak angkatnya, Bob. Ia tidak punya pilihan, dan meninggalkan anak perempuannya yang sakit, Frances, ke tangan temannya yang peduli.

Di tahun 1892, Amanda mengubah fokus pelayanannya. Ia memutuskan untuk menyalurkan tenaganya kepada pembangunan bangunan dengan mendirikan sebuah panti asukan untuk anak-anak kulit berwarna yang terbuang di Chicago, Amerika.

Pada tahun 1894, menjalani sementara proses penyembuhan di sanitarium/petirahan (tempat pemulihan kesehatan) lokal di Inggris, akibat kelelahan. Amanda mendapatkan pengalaman yang membuka matanya. Ia menerima perawatan yang cukup baik yang berakibat positif pada kesehatannya. Dalam suratnya ke seorang teman, Amanda memuji fasilitas kesehatan itu dan mengatakan bahwa di Amerika, dia tidak akan mendapatkan perlakukan perawatan yang sama karena kulitnya berwarna. Temannya mengirim surat itu ke suratkabar lokal dan menerbitkannya.

Hal ini menyebabkan nama Amanda disoroti. Ia dituduh kurang iman, dan bergantung pada rumahsakit ketimbang pada doa. Meskipun ada pandangan negatif, Amanda tidak pernah menarik pujiannya kepada sanitarium itu.

Pada tahun 1895, ia mulai usahanya mendirikan panti asuhan di Amerika. Untuk mendapatkan biaya memiliki Panti Asuhan, ia mempublikasikan dan menjual suratkabar bulanan berjudul The Helper.

Pada tanggal 28 Juni 1899, Amanda secara resmi membuka panti asuhan. Tujuannya adalah menyediakan tempat tinggal bagi anak-anak kulit berwarna yang terabaikan, menawarkan kepedulian, pendidikan, dan pelatihan kerja.

Amanda memaksakan kesehatan fisiknya dengan bekerja lebih banyak dengan menjadi pembicara, demi mengumpulkan biaya untuk menjalankan panti asuhan. Amanda pensiun tahun 1912; dan meninggal sakit di Florida, pada tahun 1915, dalam usia 78 tahun.

Maret 1918, dua tahun setelah kematian Amanda, terjadi kebakaran dan menghancurkan Panti Asuhan dan mengakibatkan dua anak perempuan meninggal, akibatnya panti asuhan pun ditutup.

Salah satu kalimat penting yang mencerminkan kehidupan Amanda adalah, “TUHAN, saya bersedia untuk pergi, tetapi beritahu saya harus pergi kemana.” Amanda adalah orang yang mengikuti kemauan TUHAN; takut akan Dia, berpegang pada perintahNya, mendengarkan suara TUHAN; kepadaNya Amanda berbakti dan berpaut. Setelah dijamah TUHAN dan hatiNya diubahkan TUHAN, Ia rajin sekali bersaksi kepada siapa saja. Ketika Ia harus ke Inggris, India dan Afrika, Ia merasa takut, tapi Ia berdoa dan taat mengikuti tuntunan TUHAN. Ia pun bergantung pada TUHAN dan bekerja keras untuk memelihara keberlangsungan panti asuhan yang dikelolanya.

Sumber:

http://www.biblicalstudies.org.uk/pdf/ashland_theological_journal/37-1_065.pdf
www.En.m.wikipedia.org/wiki/Amanda_Smith

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s