Yesus Mati: Kemenangan atas Iblis (?)


Pasca serangan kelompok teroris yang terkait Al-Qaeda, yaitu Al-Shabaab, pada hari Sabtu (4/4) di Universitas Garissa, Nairobi, yang mengakibatkan terbunuhnya 150 orang Kristen, Presiden Kenya, Uhuru Kenyyata menyerukan warganya untuk mengingat bahwa kekuasaan Tuhan melampaui kekuatan kejahatan. Sementara itu, negara itu berkabung dan tengah memakamkan mereka yang menjadi korban.

Presiden Uhuru Kenyatta, seperti dikutip Christian Examiner, mengatakan Kenya akan mengalami situasi “penuh dengan penderitaan dan kemarahan yang besar,” namun dia meminta warganya untuk mengingat pesan Paskah yang baru saja diperingati. “Keluarga dan komunitas yang tejatuh harus mencari penghiburan dengan mengingat bahwa setelah kejahatan dalam penyaliban pada hari Jumat (Agung), dan ketika Iblis berpikir bahwa dia telah menang, harapan datang pada hari Minggu” (http://www.satuharapan.com/read-detail/read/ini-cara-teroris-al-shabaab-pisahkan-mahasiswa-kristen-dari-muslim-untuk-dibunuh).

Pernyataan Presiden Uhuru diatas memperlihatkan pandangannya bahwa kemenangan Kristus baru terjadi di Hari Minggu Kebangkitan, dan peristiwa kematian Yesus di atas kayu salib adalah sebuah kekalahan. Mungkin Presiden Uhuru terpengaruh aksi kelompok musik-tari Korea yang menampilkan cerita berjudul Redeemer. Dalam tampilan tersebut digambarkan bahwa ketika Yesus mati, iblis tertawa. Gambaran yang berbeda nampak dalam film karya Mel Gibson, “The Passion of Christ.” Ketika Yesus mati di atas kayu salib, iblis digambarkan berteriak kalah.

Jadi mana yang benar? Kelompok musik-tari Korea dan Presiden Kenya, Uhuru Kenyyata, atau Mel Gibson?

Kolose 2:14-15 mencatat, “dengan menghapuskan surat hutang (tuntutan Hukum Taurat) yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib: Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka.” Di atas kayu salib, kematian Yesus melucuti kuasa iblis untuk mendakwa kita. Bahkan Paulus menggambarkan kekalahan iblis itu dengan gambaran seperti seorang Jenderal Romawi yang baru pulang perang, dimana di dalam barisan pasukannya juga terdapat tawanan-tawanan perang yang menjadi tontonan umum, berbaris memasuki Ibukota dan Kompleks Istana ditengah-tengahgegap-gempita rakyat banyak. Ibrani 2:14 mencatat, “oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut.

Jadi, adalah tidak tepat menggambarkan iblis tertawa atau iblis menang ketika Yesus mati di kayu salib. Menurut Alkitab, yang terjadi justru sebaliknya. Ketika Yesus mati menebus umatNya, pada detik itulah kuasa iblis dimusnahkan. Memang masih ada satu musuh lagi yang masih harus ditaklukkan (1 Korintus 15:26), yaitu kematian. Namun untuk musuh yang satu itu, Minggu Kebangkitan menjadi momentum kemenangan Kristus lainnya.

(NTP)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s