Dragon Blade: Meniupkan Harapan akan Perdamaian


Sumber: http://www.21cineplex.com/dragon-blade-movie,3749,15DBLE.htm

Menonton film Dragon Blade yang dibintangi Jacky Chan telah meniupkan kembali harapan dan mimpi akan Perdamaian Dunia. Sementara dunia kita terasa begitu memprihatinkan dengan terdengarnya kabar-kabar konflik dan kekejaman seperti yang dilakukan ISIS, film ini serasa menghibur hati.

Berkisah tentang perjuangan sepasukan kecil pasukan penjaga perdamaian Jalur Sutera di masa pemerintahan Kaisar Tiberius, film yang mempertemukan Timur (China dan sekitarnya) dan Barat (Romawi) ini, telah membuat film Outcast yang dibintangi Nicholas Cage (yang juga bertemakan perjumpaan Timur dan Barat) jadi makin tampak buruk.

Dragon Blade lebih unggul daripada Outcast dalam hal tampilan kolosalnya dan detil propertinya yang membangkitkan imajinasi dan menambah wawasan banget, sisi musikalnya yang mengharukan, alur ceritanya yang sukar ditebak bahkan mengecoh, sentuhan efek teknologinya yang tidak berlebihan, pilihan pemain-pemain bintangnya yang oke punya, kemasuk-akalannya karena memakai Jalur Sutera sebagai titik perjumpaan Timur dan Barat, humornya yang menjadikan film ini dinamis … pokoknya, bagi saya, dari semua film yang pernah dibintangi Jacky Chan, ini adalah film terbaiknya, sedangkan bagi Nicholas Cage yang saya kagumi selama ini, Outcast mungkin layak disebut sebagai salah satu yang terburuk.

Tema-tema persahabatan, persatuan, perjuangan mempertahankan mimpi dan harapan, kegembiraan, ironi, humor, kehidupan yang saling memperkaya, pengorbanan, menghormati kemanusiaan, berkelindan menjadi satu dalam Dragon Blade. Tema “Mengubah Musuh Menjadi Teman” menjadi sisi kabar baik dari film ini, dan tema yang tampak tidak mungkin diwujudkan itu ternyata berhasil ditularkan oleh keteladanan satu orang. Lewat satu orang saja, sebuah teladan positif dapat ditularkan.

Pelajaran penting dari film ini: Perdamaian, seberapa pun singkatnya itu, layak diperjuangkan, bahkan satu orang pun dapat membuat sebuah perbedaan. Dan bilamana untuk “damai yang sementara” saja, orang rela berkorban dan melakukan hal-hal “agung,” tidakkah selayaknya mereka yang mewarisi janji “damai sejati” dari Sang Mesias berjuang lebih lagi. Yesus, Sang Mesias pernah berkata-kata, sebagaimana dicatat dalam Matius 5:9, “Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.”

Saya sangat merekomendasikan Dragon Blade untuk ditonton, hanya saja mereka yang berusia remaja ke bawah sebaiknya tidak menonton dulu, karena gambaran kekerasan yang cukup eksplisit dalam film ini, meskipun tidak seberdarah-darah seperti dalam film 300. (Ev. NT Prasetyo)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s