2 Samuel 3:22-39. Bersama tetapi Tidak Benar-benar Bersama


Adakah yang lebih mengecewakan selain mereka yang berada dan berjuang bersama-sama kita, tetapi tidak benar-benar ‘bersama kita.’ Inilah mungkin yang menjadi perasaan Daud terhadap Yoab, panglimanya.

Karena dendamnya kepada Panglima Kerajaan Israel, yaitu Abner, Yoab telah membunuh Abner sehingga akhirnya membangkitkan kecurigaan rakyat Israel terhadap Daud; suatu keadaan yang justru berpotensi menghalangi Daud untuk mengokohkan kedaulatannya diantara suku-suku Israel, sebagaimana dikehendaki TUHAN. Ironis, nama Yoab berarti YHWH/TUHAN adalah Bapaku, tetapi sosok Yoab disini justru menunjukkan sebuah sikap-perilaku yang berpotensi menghambat penggenapan rencana Bapa di sorga atas umatNya.

Yoab mendendam kepada Abner karena dalam peperangan Abner telah membunuh Asael, adik Yoab (sebuah kematian yang sebetulnya, Abner sendiri tidak mengharapkannya). Dendam Yoab begitu besar sehingga ia ‘melupakan’ tujuan sebenarnya mengapa ia selama ini berjuang bersama Daud. Yoab lupa bahwa misi utamanya adalah membantu Daud mengokohkan diri sebagai raja pilihan TUHAN atas Israel. Namun dendam (dan sikap hidup yang didominasi kekerasan) telah begitu mengakar dalam hidupnya, sehingga demi memuaskan dendamnya, ia dengan mudahnya mengabaikan misinya yang sebenarnya.

Dendam telah membuat sang panglima berani menggugat kebijakan sang raja (ayat 24). Dendam telah membuat Yoab melihat segala maksud baik Abner tidak lebih dari sebuah aksi oportunis (ayat 25). Dendam telah membuat sang bawahan berani melakukan aksi licik tanpa sepengetahuan sang atasan (ayat 26). Bahkan dendam telah membuat tangan sang jenderal, ternoda oleh darah orang yang tidak bersalah (ayat 27). Pembunuhan Yoab atas Abner tidak dapat dibenarkan, karena pembunuhan dilakukan terhadap:

1. Musuh yang berniat, bahkan sedang melaksanakan, misi perdamaian.

2. Tidak dalam situasi peperangan.

Mungkinkah aksi Yoab terhadap Abner dapat digolongkan sebagai sebuah kejahatan? Dan memang, terhadap ‘penjahat’ ini, TUHAN menjatuhkan hukumanNya, melalui Salomo (anak Daud). Namun sebelum itu semua terjadi, aksi main hakim sendiri yang dilakukan Yoab, sempat membangkitkan kecurigaan rakyat Israel terhadap Daud (ayat 37); suatu keadaan yang justru berpotensi menghalangi Daud untuk mengokohkan kedaulatannya diantara suku-suku Israel, sebagaimana dikehendaki TUHAN. Dan ini semua gara-gara dendam pribadi Yoab.

Ironis. Sebelumnya, Yoab dengan setia terus mendampingi Daud, dan berjuang demi Daud. Namun di ketika dendam berbicara, kepentingan yang sesungguhnya tergantikan oleh ambisi dan hasrat pribadi. Meski Yoab ada bersama-sama Daud dan bahkan berjuang bersama Daud, tetapi Yoab tidak benar-benar ‘bersama’ Daud. Hati dan cita-cita Yoab berbeda; cita-cita yang bahkan justru hampir menghambat kemajuan penggenapan rencana Allah.

Keadaan Yoab yang semacam ini mengingatkan kita akan tokoh Yudas Iskariot di Perjanjian Baru. Yudas bersama-sama Yesus. Ia mengiringi Yesus, bahkan sampai perjamuan terakhir bersama Yesus. Namun justru di perjamuan terakhir itu pula, Yesus kembali menegaskan tentang siapa pengkhianatNya, “Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku” (Matius 26:23). Yudas bersama-sama Yesus, bahkan bersama-sama pula mencelupkan tangannya ke dalam pinggan, tetapi Yudas tidak benar-benar ‘bersama’ Yesus. Kitab suci menyaksikan,  “Mereka sedang makan bersama, dan Iblis telah membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia” (Yohanes 13:2).

Sama seperti Yoab, nama Yudas pun memiliki arti yang indah, yaitu ‘terpujilah TUHAN.’ Namun sama seperti Yoab pula, Yudas memiliki ambisi pribadi di tengah-tengah kehadirannya bersama-sama Yesus. Perhatikan kesaksian Alkitab tentang agenda terselubung Yudas di tengah-tengah kehadirannya bersama-sama Yesus, “ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya” (Yohanes 12:6).

Apa yang Alkitab saksikan tentang Yoab dan Yudas menjadi peringatan bagi kita. Mengingat dengan sangat halus sekali, ambisi dan hasrat pribadi kita dengan mudah dapat membawa kita untuk hadir bersama Yesus, tetapi jauh di dalam batin, kita tidak benar-benar bersama Yesus.

Penting bagi kita untuk ada bersama Yesus. Dalam Matius 12:30 dicatat perkataan Yesus,  “Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.” Demikian, penting bagi kita untuk ada bersama Yesus, tetapi hendaknya kita benar-benar ‘bersama’ Dia, dan bukan seperti Yoab yang tidak benar-benar ‘bersama’ Daud, dan Yudas yang tidak benar-benar ‘bersama’ Yesus. Kisah Yoab dengan dendamnya, dan Yudas dengan ketamakannya, benar-benar menjadi peringatan bagi kita.

Terlepas dari kelemahan-kelemahan manusiawi yang senantiasa berpotensi menghambat perkembangan penggenapan rencana Allah, Allah tidak pernah gagal. Alkitab mencatat, “Ketika seluruh rakyat melihat hal (yang dilakukan Daud, yaitu meratapi kematian Abner) itu, mereka menganggap hal itu baik, seperti segala sesuatu yang dilakukan raja dianggap baik oleh seluruh rakyat” (2 Samuel 3:36). Apa yang Yoab lakukan memang berpotensi menghambat perkembangan penggenapan rencana Allah, tetapi bahkan lewat akibat dari kejahatan Yoab, TUHAN membangkitkan simpati rakyat terhadap Daud; dan ini menjadi langkah maju lagi untuk kokohnya kekuasaan Daud.

Tentang kejahatan Yoab, Daud hanya dapat menyerahkannya pada waktu dan cara TUHAN. Alkitab mencatat perkataan Daud, “Tetapi aku ini sekarang masih lemah, sekalipun sudah diurapi menjadi raja, sedang orang-orang itu, yakni anak-anak Zeruya (Yoab dan saudaranya), melebihi aku dalam kekerasan. Kiranya TUHAN membalas kepada orang yang berbuat jahat setimpal dengan kejahatannya” (2 Samuel 3:39). Dan sama seperti Yudas, pada waktunya, Yoab pun akan mati sebagai orang terhukum. 

(Ev. NT. Prasetyo)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s