316


Nats: 2 Timotius 3:16

Apa yang kalian pikirkan ketika membaca angka 316?
Slide1
Membaca tiga angka ini, orang Kristen umumnya akan langsung teringat pada Injil Yohanes 3:16. Sebuah ayat penting yang berbicara tentang keselamatan orang percaya. Yohanes 3:16 menyatakan, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Namun setelah kita menjadi jelas perihal keselamatan kita, what next? What are we going to do next? Disinilah kita penting mengingat, bahwa setelah Injil Yohanes 3:16, ada Surat 2 Timotius 3:16. Kita berkata kepada Tuhan, “Tuhan, saya sekarang sudah jadi anak Tuhan; saya sudah beroleh jaminan hidup kekal; saya sudah beroleh warisan Kerajaan Sorga; jadi mau donk, sekarang menikmati sorga!?!
Lalu Tuhan berkata, “Boleh! Berarti Kamu harus mati dulu, donk!
Kita pun terkejut dan menjawab, “Yah, Tuhan, kok, mati?!
Lah, iya, donk!” Kata Tuhan. “Bukankah peristiwa kejatuhan telah terjadi, dan kematian telah masuk ke dalam kehidupan manusia?! Dan itulah jalan yang harus manusia lewati untuk beralih kepada kehidupan yang selanjutnya!
Hmmm, tapi tidak bisakah aku seperti Henokh dan Elia, yang tidak harus mengalami kematian, dan langsung dibawa oleh Tuhan ke sorga?!” Tanya kita lagi.
Dan Tuhan pun menjawab, “Kepada mereka, Aku telah memberikan karunia tersendiri. Namun bagi manusia lainnya, cara yang harus dilewati, ya, cara yang sepatutnya.
Wah, kalau begitu, aku mau hidup aja dulu, deh, Tuhan! Namun harus bagaimanakah saya hidup mengisi status baru saya sebagai pengikut Kristus?
Dan Tuhan pun mengingatkan, “2 Timotius 3:15-17“.

Secara khusus, Surat 2 Timotius 3:16, mengingatkan kita manfaat Firman Tuhan, “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” Masyarakat Amerika banyak yang menganut Filsafat Pragmatisme. Orang-orang dengan cara pandang pragmatis, menyoroti apa manfaat dari sesuatu. Kalau mereka berpandangan bahwa kekristenan atau iman Kristen atau Alkitab tidak bermanfaat, ya, mereka tidak mau menghidupinya. Segala sesuatu dinilai dari kemanfaatannya.

Bagi orang-orang yang berpandangan seperti ini, ada kabar baik. Surat 2 Timotius 3:16 menyatakan bahwa tulisan-tulisan Kitab Suci, yaitu tulisan-tulisan yang diilhamkan Allah, memiliki manfaat. Kata “diilhamkan” disini bermakna “dihembuskan” oleh Allah. Jadi ada kerja Roh Allah yang menghembusi para penulis Alkitab sehingga di dalam segala keunikan kepribadian mereka, mereka dipakai Tuhan untuk menuliskan Firman Tuhan.

Dalam konteks bahasa Ibrani, istilah “dihembuskan” ini berkaitan dengan kerja Roh (ruach), dan biasanya ini berhubungan pula dengan nafas (nefesh) Ilahi. Roh Allah telah menghembus dan menghasilkan karya-karya luarbiasa dari sejak awal kehidupan.
2 tim 316
Roh Allah bekerja bersama-sama dengan Firman. Di awal kehidupan manusia, Roh bekerja bersama Firman yang mencipta manusia. Kitab Ayub 33:4 menyaksikan perkataan ini, “Roh Allah telah membuat aku, dan nafas yang Mahakuasa membuat aku hidup.” Manusia kemudian jatuh dalam dosa. Dosa dan maut masuk ke dalam kehidupan manusia. Tuhan Allah berkarya untuk menyelamatkan manusia, dan Roh kembali bekerja, dan Firman pun menjadi manusia. Lukas 1:34 mencatat perkataan Ilahi kepada Maria, “Roh Kudus akan turun atasmu….” Maria mengandung dari Roh Kudus, bukan karena perbuatan laki-laki. Yesus, Buah Kandungnya, adalah Mesias, Juruselamat umatNya, yang kemudian mati di kayu salib, menebus dosa umatNya, bangkit dari kematian, dan naik ke sorga menyediakan tempat bagi setiap orang yang percaya kepadaNya. Di Alquran, Yesus atau yang disebut Isa Almasih ini disebut Kalimatullah (Firman Allah), dan hadir di dalam karya Rohullah (Roh Allah). Dan Roh Kudus kembali berhembus, seperti angin berhembus dan menggerakkan perahu layar, demikian Roh Allah berhembus dan menggerakkan para murid Yesus (rasul-rasul) untuk menuliskan Kitab Suci atau Alkitab, Firman Allah.

Alkitab, Firman Allah, yang merupakan hembusan Roh Kudus ini, memiliki manfaat yang luarbiasa. Surat 2 Timotius 3:16 mencatat ada empat manfaat Firman Allah:

1. Mengajar. Dalam bahasa Inggris, pengajaran disebut doktrin. Ada kaitannya dengan istilah doktor. Dalam dunia berbahasa Inggris, tidak dibedakan istilah doktor untuk pengajar/dosen, dengan doktor untuk bidang medis. Jadi, seharusnya ini menjadi peringatan bagi setiap dokter medis, untuk mengingat bahwa keberadaannya juga memiliki fungsi mengajar. Dan bagi seorang pengajar, mereka juga harus ingat bahwa keberadaannya juga memiliki fungsi “medik”. Sebagai dokter (baik di bidang pendidikan maupun medis), tindakan pertama yang harus dilakukan ketika berhadapan dengan peserta didik ataupun pasien adalah “memeriksa” atau “mendiagnosa.” Doktor harus mencari tahu seperti apa kondisi dari orang yang dihadapinya. Demikian juga manfaat Firman Tuhan bagi kita. Firman Tuhan sebagai pengajar berarti Firman Tuhan harus memeriksa kehidupan kita. Melalui Firman Tuhan, hidup kita didiagnosa. Melalui Firman Tuhan, marilah kita memeriksa keadaan diri kita. Unik, ketika Tuhan mengunjungi manusia setelah manusia (Adam) jatuh dalam dosa, yang Ia lakukan pertama adalah mengajukan pertanyaan diagnostik, “Adam dimanakah engkau?!” Suatu pertanyaan retoris, yang Tuhan ajukan bukan karena Tuhan betul-betul tidak tahu keberadaan Adam, melainkan suatu pertanyaan yang diajukan oleh Tuhan untuk membuat Adam memeriksa diri, “dimana” posisinya saat ini di hadapan Allah. Beres atau tidak beres?!

2. Menyatakan kesalahan. Bahasa aslinya, yaitu bahasa Yunani, bermakna: rebuke, reproach, reproof. Selayaknya seorang dokter medis, Firman Tuhan bermanfaat untuk menyatakan apa yang salah; apa yang sakit; apa yang menjadi persoalan dari kehidupan seseorang; dari kehidupan kita.

3. Memperbaiki kelakuan. Bahasa aslinya bermakna: improvement, correction. Selayaknya seorang dokter medis, Firman Tuhan bermanfaat untuk memperbaiki apa yang salah; mengobati apa yang sakit; mengorek luka atau kotoran yang dapat menimbulkan infeksi.

4. Mendidik orang dalam Kebenaran. Bahasa aslinya bermakna: training, discipline. Selayaknya seorang dokter medis, Firman Tuhan bermanfaat untuk melatih dan mendisipin kita untuk lebih disiplin dalam makan dan minum, dan lebih rutin berolahraga.

Sebagai contoh, suatu kamu sedang membaca Alkitab dan merenungkannya secara pribadi di pagi hari. Lalu matamu tertuju kepada satu nats Firman Tuhan, yaitu Amsal 30:27.

Arbeh
Coba kamu terapkan 2 Timotius 3:16 ketika merenungkan ayat ini:
1. Coba periksa dirimu! Ketika Kamu antri di kantin, apakah kamu bisa bersikap tertib?!
2. Coba akui kesalahanmu! Ketika Kamu sadar bahwa kamu belum bisa tertib, coba akui dosa itu di hadapan Tuhan!
3. Coba “obati” masalahmu dengan Firman itu! Mohon ampun kepada Tuhan, dan minta Tuhan memberikan kekuatan untuk bisa berperilaku lebih dari belalang!
4. Coba latih dan disiplinkan dirimu dengan kebenaran itu!
Terapkan metode ini ketika merenungkan bagian-bagian Firman lain yang Kamu baca.

Kiranya, Firman Tuhan kali ini menguatkan kita semua! Ingat, 316! Setelah Yohanes 3:16, ada 2 Timotius 3:16.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s