Polisi Keempat yang Tak Pernah Dikenal Gus Dur


GusDur pernah berkata bahwa hanya ada 3 polisi yg jujur di Indonesia: 1. Patung Polisi; 2. Polisi Tidur; dan 3. Alm. Kapolri Hoegeng. Ucapan itu bisa dimaklumi karena GusDur tidak pernah kenal “Mbah Kakung” (Sukardijono Djojo Kisdijono) yang tahun ini berusia 91 tahun (lahir 23 Juli 1923), tetapi tetap segar. Apabila Tuhan beri kesempatan lebih, ingin rasanya mendokumentasikan kisah hidup Mbah Kakung. Terkesan ingatanku dengan:

  • Semangat Mbah Kakung menyanyikan dan mengajarkanku potongan lagu nasional Belanda “Wilhelmus….“;
  • Cerita-cerita Mbah tentang kehidupannya bersama seorang dokter Belanda;
  • Tentang betapa berbedanya hidup di zaman Jepang;
  • Tentang kebanggaannya menjadi seorang polisi dan menjadi seorang pengawal presiden (sambil beliau menunjukkan foto masa mudanya yg berseragam polisi lengkap);
  • Ceritanya tentang bagaimana ia bertemu Mbah Putri dan akhirnya menjadi pengikut Tuhan Yesus.
  • Cerita (bapakku) tentang mahasiswa STT Jakarta tahun 60-an/70-an yang main ke rumah Mbah minta makan dengan sisi2 nakal mereka (salah satu mahasiswa STT Jakarta itu kini menjadi pimpinan sekolah tempat aku mendapat gelar M.Div.; teman dari Pak De Cilik Hendro Soewarsono).
  • Juga tentang pengalamannya di stop polisi lalu lintas ketika beliau mengendarai kendaraan dalam perjalanan dari Jateng ke Jakarta. Ketika pak Polisi lalu lintas tahu bahwa yang di stop adalah purnawirawan polisi, langsung memberi hormat, lalu mereka menanyakan usia mbah kakung. Pak polisi lalu mengingatkan Mbah untuk tidak membawa kendaraan karena sudah tua. Dan dengan bangga Mbah berkata “Khan justru saya membuat bangga polisi, karena sudah tua tetapi tetap sehat.” Yah, akhirnya memang sih, Mbah berhenti mengendarai kendaraan, tetapi nekad kemana-mana sendirian naik kendaraan umum.

Satu kata-kata Mbah yang selalu kuingat, “Buat apa gelar-gelar kebangsawanan itu buat kita? Memiliki Tuhan Yesus jauh lebih berharga.”

Mbah Kakung, salah satu generasi pertama Gereja Kristen Oikumene itu, selalu ingin bisa pergi ke negeri Belanda dan punya mantu orang Bule (tetapi siapakah diantara kami anak-cucunya yang akan sanggup mewujudkan itu? Hik hik hik). Selamat ulangtahun Mbah! Keteladanan Mbah hidup di dalam Kristus, berharga untuk diikuti, meskipun tidak mudah dijalani (salah satunya: Minum segelas air bening setiap pagi).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s