Antara Tembok dan Integritas


Tembok Besar Cina, the Great wall, merupakan bangunan terpanjang yang pernah dibuat oleh manusia. Untuk membuat tembok raksasa ini, diperlukan waktu ratusan tahun. Tembok itu panjangnya 10.000 li atau 6.400 kilometer, tingginya 8 m dan lebar bagian bawahnya 8 m, sedangkan lebar bagian atasnya 5 m. Tembok ini dibuat dengan tujuan untuk mencegah serbuan bangsa Mongol dari utara pada masa itu. Itulah sebabnya, setiap 180-270 m dibuat semacam menara pengintai. Bagi orang-orang yang hidup pada waktu itu, tembok ini terlalu tinggi untuk dapat dipanjat, terlalu tebal untuk didobrak, dan terlalu panjang untuk dikelilingi. Itulah yang membuat orang-orang yang tinggal di sebelah dalamnya merasa sangat aman.

Namun, sepanjang sejarah, beberapa ratus tahun setelah tembok itu berdiri, orang-orang di sana telah diserang tiga kali. Ribuan musuh masuk tanpa merobohkan dan memanjat tembok. Bagaimana caranya? Mereka masuk melalui pintu utama dengan cara menyuap penjaga pintu gerbang dengan sejumlah uang dan wanita. Karena hal itu, orang sering mengatakan, “The Chinese were so busy relying upon the walls of stone that they forgot to teach integrity to their next generations.” Artinya, “Orang-orang Tionghoa pada masa itu terlalu bersandar pada kekuatan tembok yang terbuat dari batu tersebut, sehingga mereka lupa untuk mengajarkan tentang integritas kepada generasi muda mereka.” Tanpa integritas para penjaga, kekuatan tembok besar yang luar biasa dalam melindungi dan menyelamatkan jiwa-jiwa manusia tidak berarti apa-apa.

Read this again…

The Great Wall of China is one of the Seven Wonders of the World. It stretches over 4,000 miles (6,400 KM) and was built to protect China from the barbaric hordes to the north. The designers of the wall made it so high that it could not be scaled, so thick that it could not be penetrated, and so long that no one could go around it.

Yet, during the first hundred years of the wall’s existence China was successfully invaded three times, without the wall having been climbed or breached. So how, you ask, did the invaders raid China? Well, the problem wasn’t the wall—it was the gatekeepers! In each of these invasions the barbarians simply bribed the gatekeepers who opened the gates, so the enemies just walked right through.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s