Apakah Allahmu Begitu Kerdil?


Allah yang kerdil baru nyata kekuasaanNya bila hukumNya menjadi hukum resmi negara, tetapi bukankah Allah yang sejatinya Mahabesar, justru memiliki pengaruh yang mengatasi semua aturan kerajaan dunia; hukumNya meresap dalam hati pribadi demi pribadi yang dikasihiNya, dan mengubah keadaan dari dalam keluar?

Allah yang kerdil perlu dibela, kalau perlu dengan menghancurkan ciptaan lainnya, tetapi bukankah Allah yang sejatinya Mahabesar, justru menjadi Pembela kita, bahkan ketika kita speechless dan tak sanggup membela diri, Dia nyatakan kuasaNya membela kita dan mengangkat tanduk kita?

Allah yang kerdil hanya memberikan jaminan “mudah-mudahan”, dan umat penyembahnya perlu memastikan dengan kekuatannya sendiri bahwa dirinya “terjamin”, tetapi bukankah Allah yang sejatinya Mahabesar, justru memberikan “kepastian” di tengah ketidakpastian umatNya; Ia menenangkan hati umatNya dengan memberikan kepada kita yang tak berdaya ini, rahmat?

Allah yang kerdil memaksakan kesucian kepada oranglain di dalam tampilan-tampilan luar yang tertutup rapat, tetapi bukankah Allah yang sejatinya Mahabesar, justru menganugerahkan kesucian dan membangkitkan kesucian di dalam batin manusia, sehingga dengan kerelaan umat mengekspresikannya dengan penuh hikmat di dalam kehidupan yang nampak?

Apakah Allahmu terlalu kerdil sehingga engkau tidak pernah siap melihat indahnya keberadaan misteri di dalam diriNya, sehingga engkau berpikir bahwa semua tentang Allah yang Mahabesar harus selalu dapat Engkau cakup dalam ruang otakMu yang kecil dan di dalam perbendaharaan bahasa yang Kau miliki?

Apakah Allahmu selalu Kau sebut-sebut sebagai Yang Mahabesar, tetapi tanpa berpikir panjang Kau telah tanpa sadar -melalui perilakumu- menunjukkan bahwa Allahmu itu tidak lebih hebat dari dirimu karena engkaulah yang harus selalu menjadi pembelanya?

Apakah Allahmu begitu kerdil sehingga hikmatnya yang katanya membawamu untuk tidak menduakannya, justru mengajarmu untuk dengan hati yang menyembah berbondong-bondong terharu biru di depan satu benda kasat mata yang sementara, yang hanya dibatasi oleh satu wilayah tertentu di negara tertentu?

Apakah Allahmu begitu kerdil sehingga kebencian di dalam batinmu terhadap satu suku bangsa tertentu justru dikobarkannya, padahal hampir sebagian besar nabimu berasal dari suku bangsa yang kau benci tersebut?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s