Membuat Tidak Peka Lagi


Seorang muda berkebangsaan Inggris berada di Jerman ketika para pendukung NAZI mempermalukan orang-orang Yahudi di jalan-jalan. Awalnya ia muak melihatnya dan menyingkir dari jalan. Pada waktu berikutnya ia mulai dapat menyaksikannya dan berhenti sebentar. Ketiga kalinya ia menonton. Keempat kalinya, sementara dia berdiri bersama dengan kerumunan yang mengejek, pemandangan itu sudah tidak lagi terlalu membuatnya muak.  Ia menjadi, -ia perkatakan kepada dirinya sendiri- “obyektif.” Dan bersama dengan keadaan ini, makin terwujudlah keadaannya yang beresiko/berbahaya. Ini bukanlah sebuah bagian hidup, sebuah fenomena sosial untuk dipelajari. Ini adalah nafas neraka (E.M. Blaiklock, Leadership, Winter, 1983).

Banyak orang telah menjadi tidak peka dengan dosa.  Mark S. Aites, “Indifference,” Life’s Daily Struggles, The 31st Annual Lectureship–ETSOPM, 256-257

Yeremia 6:15, “Seharusnya mereka merasa malu, sebab mereka melakukan kejijikan; tetapi mereka sama sekali tidak merasa malu dan tidak kenal noda mereka. Sebab itu mereka akan rebah di antara orang-orang yang rebah; mereka akan tersandung jatuh pada waktu Aku menghukum mereka, firman TUHAN.

Mike Benson (diterjemahkan oleh NT. Prasetyo)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s