Mencari Natal yang Sesungguhnya (Naskah Operet 2011)


Naskah : Ev. NT. Prasetyo, M.Div.
Orang Majus I : Pak Christian Lasabuda
Orang Majus II : Bu Elizabeth “Ting-ting” Tasik
Sinterklas : Pak Jimmy Ngantung
Pit Hitam : Pak Jeffry Rompas
Gembala besar : Ev. NT. Prasetyo, M.Div.
Gembala kecil : Sdri. Yezha Supit
Domba-domba : Anak-anak Rayon Filadelfia
Editing, Music, Sound: Ibu Trifosa Lily dan Ev. NT. Prasetyo, M.Div.
Tata Lampu, cahaya : Pak Herbert Lincoln
Kostum : Pak Herbert Lincoln dan Tim Hola Plaza.

Foto dan Video (Klik Disini)

SCENE I

Lampu panggung dimatikan. Penayangan klip Perang di Pearl Harbour dengan tampilan teks narasi sebagai berikut:
Pearl Harbour, Minggu pagi, 8 Desember 1941. Kesibukan nampak di atas kapal induk kaum militeris Jepang di perairan Pasifik. Cuaca luar biasa terang dan tenang. Di pangkalan Amerika Serikat, lonceng gereja memanggil umat untuk beribadah. Sementara lebih dari 300 pesawat tempur Jepang bersiap melakukan serangan bunuh diri. Di atas kapal-kapal perangnya, prajurit Amerika Serikat bersantai menikmati akhir pekan. Dan ketenangan dirobek oleh suara dentuman rudal, bom, dan tembakan…. Perang Pasifik pun dimulai. Drama berikut ini tidak ada kaitannya dengan perang itu!!! Selamat menyaksikan drama berjudul: MENCARI NATAL YANG SESUNGGUHNYA, berikut ini….

SCENE II

Lampu panggung dinyalakan. Musik dan Lagu dangdut “Alamat Palsu (Ayu Ting-ting)” diperdengarkan. Orang Majus I dan II masuk panggung.

Lagu Natal “Santa Claus is Coming to Town” diperdengarkan. Sinterklas berkacamata hitam diiringi oleh seorang Pit Hitam (yang selalu menakuti anakanak), masuk ke panggung. Di depan panggung, ia membagikan kado kecil-kecil kepada anakanak, sementara Pit Hitam mengikuti di belakangnya sambil menakut-nakuti.

Orang Majus I dan II mendekati Sinterklas.

SCENE III

Musik dangdut “SMS Siapa ini Bang”. Gembala I dan II serta domba-domba masuk ke panggung.

Lampu panggung mati. Penayangan klip “Perang Santet Bagian I.” Lampu panggung menyala kembali.


Pit Hitam yang merasa kesal, berdiri di tengah menghadap ke penonton dan berkata:

Musik “JINGLE BELLS” dan semua pemain keluar dan bergandengan tangan, berbaris untuk menunduk bersama-sama memberi hormat. Klip menampilkan susunan orang-orang yang mendukung drama ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s