Mazmur 13. Ketika Berpaling kepada TUHAN


Empat kali Pemazmur dalam Mazmur 13, berseru kepada Tuhan, “Berapa lama lagi?!” Pemazmur mengalami seperti dilupakan Allah; Allah memalingkan wajah daripadanya; dan ia mengalami kekuatiran dan kesedihan, juga musuh yang meninggikan diri.

Terhadap realita hidup yang menekan itu. Pemazmur berpaling kepada Allah. Berharap agar Allah membuat “matanya bercahaya”. Mengapa mata? Karena mata adalah jendela hati! Kalau cahaya di mataku “mati”, berarti hatiku “tertidur dan mati”. Pemazmur tidak mau musuh-musuhnya bersukacita atas keadaannya. Dan karena itu Pemazmur berharap pada kasih setia Allah. Ia percaya Allah pasti menyelamatkannya. Kalimat terakhir pemazmur sangat indah sekali: “Aku mau menyanyi untuk Tuhan, karena Ia telah berbuat baik kepadaku” (Mazmur 13:6 b).

(Minggu/13 Januari 2008)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s