Keluaran 1:22-2:10. Ironi Firaun


Nats: Keluaran 1:22–2:10. Ironi Firaun.
Oleh: Sdr. NT. Prasetyo, S.Sos.

Dari mulai matinya Yusuf hingga bangkitnya seorang raja baru, ada rentang waktu ± 200 tahun. Raja baru yang bangkit kemungkinan bernama Ahmose, pendiri dari Dinasti ke-18, yang berhasil mengenyahkan penguasa-penguasa asing di Mesir, yang berkuasa sebelumnya, yaitu orang-orang Semit yang disebut Hyksos. Raja ini bergelar Firaun, yang artinya: Rumah Besar.

Di bawah pemerintahan Firaun baru ini, bangsa Ibrani – yang juga tergolong orang Semit – ditindas dan dipaksa untuk mendirikan kota-kota penyimpanan bahan pangan, salah satunya Kota Rameses. Kota Rameses terletak di dekat pemukiman orang Ibrani. Bangsa Ibrani ditindas dengan kerja paksa yang berat, termasuk diantaranya memompa air Sungai Nil ke ladang-ladang untuk mengairi ladang-ladang.

Karena strateginya tidak berhasil mengurangi populasi bangsa Ibrani, Firaun lalu memerintahkan bidan-bidan – diantaranya bernama Sifrah dan Pua – untuk mengamat-amati (ketika mereka menolong persalinan di atas dua batu persalinan) apakah yang lahir dari seorang ibu Ibrani itu bayi laki-laki ataukah perempuan. Jika laki-laki, mereka harus membunuhnya. Dan Sifrah dan Pua tidak melakukan perintah Firaun, sehingga Allah pun memberkati rumahtangga mereka. Nama Sifrah dan Pua sendiri adalah nama Semitis, bukan nama Mesir.

Ironi:

1. Firaun memanfaatkan sungai Nil untuk membinasakan Bangsa Ibrani; namun justru melalui sungai Nil pulalah “juruselamat” bangsa Ibrani diselamatkan.

Firaun memerintahkan semua rakyatnya agar setiap anak laki-laki yang lahir, dibuang ke Sungai Nil (1:22). Sungai Nil menjadi sebuah sarana/alat untuk membinasakan semua bayi laki-laki Ibrani. Namun kita mengetahui kisah tentang pasangan Ibrani yang berasal dari Suku Lewi, menyelamatkan anaknya yang sudah disembunyikan selama tiga bulan ini, juga dengan menggunakan sarana/alat: Sungai Nil. Pasangan Lewi ini membuat “peti kecil” (bahasa Ibrani yang digunakan sama dengan yang digunakan untuk kata “bahtera” Nuh). Jadi bayi Musa yang berumur tiga bulan ini, diselamatkan dengan “bahtera mini”. Firaun memanfaatkan Sungai Nil untuk membinasakan Bangsa Ibrani; namun justru melalui Sungai Nil pulalah “juruselamat” bangsa Ibrani diselamatkan.

2. Firaun hendak membinasakan Bangsa Ibrani; namun justru menjadi orangtua dari “juruselamat” bangsa Ibrani.

Ketika “bahtera mini” itu hanyut, puteri Mesir menemukannya. Kemungkinan puteri yang dimaksud disini adalah puteri terkenal dari Dinasti ke-18, yang dikemudian hari dikenal sebagai Ratu Hatshepsut. Dengan cerdik Maryam, kakak perempuan Musa, yang berusia sekitar 11 tahun lebih tua dari Musa, menawarkan diri untuk mencarikan inang penyusu. Puteri Firaun setuju, lalu Yokhebed (ibu Musa sendiri) dipanggil untuk menjadi penyusu Musa, bahkan diberi upah untuk melakukan tugas itu.

Jadi Musa dari sejak lahir, tetap diasuh oleh keluarganya sendiri di dalam iman Ibrani mereka, bahkan mendapatkan biaya hidup dari Puteri Mesir. Setelah bayi Musa beranjak dewasa, ia dibawa ke Istana Firaun. Lalu puteri Firaun menamainya, “Musa”, dan mendidik Musa kecil ini di dalam seluruh hikmat orang Mesir, juga membesarkan Musa dalam seluruh kemewahan Mesir. Firaun yang tadinya hendak membinasakan Bangsa Ibrani; kini justru menjadi orangtua dari “juruselamat” bangsa Ibrani.

3. Firaun membinasakan semua anak laki-laki Ibrani, dan mempertahankan anak perempuan saja; namun justru melalui figur-figur perempuanlah, ia dikalahkan.

Figur-figur perempuan itu diantaranya:
1. Bidan-bidang (1:17)
2. Para Ibu Ibrani (1:19)
3. Ibu dan kakak perempuan Musa (2:3–4, 7–9).
4. Puteri Firaun (2:5).
Firaun membinasakan semua anak laki-laki Ibrani dan mempertahankan anak perempuan saja; namun justru melalui figur-figur perempuanlah, ia dikalahkan.

Pelajaran buat kita: Roma 8:28, “Allah turut bekerja di dalam segala sesuatu, untuk mendatangkan kebaikan bagi setiap orang yang mengasihi Dia; bagi setiap orang yang terpilih seturut rencanaNya.” Dan unik, karena TUHAN menyingkapkan kebenaran ini melalui ironi dalam kehidupan Firaun.

(Disampaikan dalam Persekutuan Rayon II GK Kalam Kudus Jayapura, Jumat/23 Mei 2008).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s