Pertempuran Rohani


Pertempuran rohani tidak akan pernah berhenti di dalam hidup orang percaya. Seperti ditulis oleh J. Gresham Machen, “In principle the Christian is already free from the present evil world, but in practice freedom must still be attained. Thus the Christian life is not a life of idleness, but a battle” (J. Gresham Machen, Christianity and Liberalism: 146).

Ya, memang perang rohani telah dimenangkan oleh TUHAN kita Yesus Kristus melalui kematian dan kebangkitanNya, namun sebagai umat pemenang, kita masih harus menjalani “pertempuran demi pertempuran.” Meski masa depan kita sudah pasti, dan keselamatan kita dijamin, namun iblis tidak pernah berhenti bekerja untuk “merusak” segala hal baik dari Allah Penyelamat kita. Numquam Bella Piis, Numquam Certanima Desunt — “For the faithful, wars shall never cease.” Karena itulah pekerjaan Iblis, merusak! Tapi bagi orang yang betul-betul telah dipilih Allah, dia tidak akan sanggup membinasakan, karena terlalu kuat LENGAN yang harus dilawan dan diatasinya.

Renungan ini bukanlah suatu sikap takabur, melainkan ekspresi iman dan penyerahan diri kepada Allah yang memiliki TANGAN yang kuat untuk menjaga anak-anaknya yang lemah seperti aku ini. Pada realitanya…, aku terus bergumul akan dua hal, dan ini kuucapkan dalam doa pagiku, hari ini:

1. Realita “kemenangan iman” yang telah kualami kiranya tidak membuatku bermegah atas kesalehan diri. Adalah sebuah godaan yang mematikan untuk bermegah atas kesalehan diri. John Calvin mengkotbahkan satu kalimat yang menyentuh, “For the perfection of the faithful and of God’s children is to acknowledge their own weakness and to pray God not only to amend all their misdoings but also to bear with them in his infinite goodness and not call them to account with extremity of rigour” (John Calvin’s Sermons on Ephesians: 38). Dan apa yang Machen tulis berikut ini perlu diingat, “In the moral battel, as in the Great European War, the quiet sectors are usually the most dangerous. It is through the ‘little sins’ that satan gains an entrance into our lives. Probably, therefore, it wil be prudent to watch all sectors of the front and lose no time about introducing the unity of command” (J. Gresham Machen: 67).

2. Realita “kemenangan iman” yang menuntun kepada tercurahnya berkat-berkat Tuhan kiranya tidak membuatku kembali terjebak kedalam pola komunikasi yang transaksional dengan Tuhan. Seolah, kalau aku setia perpuluhan, barulah Tuhan mau memberkati. Bagiku ini ‘Taurat baru’ yang lahir dari kesesatan manusia, yang membuat Allah itu seolah butuh jasa dan ’sogokan’ manusia untuk membuatNya berbuat baik. Apabila aku memberi persembahan, itu bukan ’sogokan’ kepada Tuhan, melainkan ucapan syukur dan ekspresi penyerahan diriku yang continue kepada Allah, Sang Pemelihara.

Tetapi tak ubahnya seperti seorang pecandu narkoba yang akan merasa ‘tidak enak badan’ bahkan sakaw ketika harus belajar berhenti memakai narkoba; atau seperti Arswendo Atmowiloto yang harus ‘pusing kepala’ karena tidak bisa menyalurkan kebutuhannya dengan sang isteri ketika dia ada di penjara, demikian juga orang berdosa yang harus mulai belajar membenci dosa dan meninggalkan dosa, akan mengalami ‘tantangan eksternal dan internal’ yang membuatnya ‘tidak enak badan’ dan ‘pusing kepala,’ sebagai bagian awal dari satu proses kesembuhan. Tidak heran Machen menulis, “The Christian is in the midst of a sore battle.” (Machen: 147).

Puji Tuhan karena dalam semua proses ini, ada satu ayat Alkitab yang menguatkanku. Efesus 1:4, “For he chose us in him before the creation of the world to be holy and blameless in his sight.” Demikian aku tahu bahwa aku tidak bisa mengandalkan diriku sendiri.

(Selasa/30 Oktober 2007)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s