Matius 22:34-37. Didaur Ulang dari Luka-luka Hati terhadap Diri Sendiri dan Sesama


Nats: Matius 22:34-37. Didaur Ulang dari Luka-luka Hati terhadap Diri Sendiri dan Sesama
Oleh: Pdt. Agus Gunawan

Pagi hari, pada session II, Pak Agus mengkotbahkan tema: Didaur Ulang dari Luka-luka Hati terhadap Diri Sendiri dan Sesama. Nats yang dibahas dari Mat. 22:34–37. Pak Agus menjelaskan bahwa relasi Allah dan manusia yang paling ideal adalah dilandasi karena cinta, bukan karena takut. Beliau lalu menjelaskan penyebab rusaknya hubungan:
(1). Dosa;
(2). Hal-hal duniawi (keinginan mata; keinginan daging; dan keangkuhan hidup).
Secara khusus, masalah yang ada pada remaja adalah terlalu benci diri; atau sebaliknya terlalu cinta diri.

Pak Agus kemudian menyingkapkan bahwa masalah remaja adalah “rasa ditolak”. Untuk mengatasi “rasa ditolak” ini, remaja berjuang mengejar penerimaan, dan kalau remaja berhasil memperoleh penerimaan, hal itu adalah karena mereka memenuhi syarat-syarat. Pak Agus lalu membukakan bahwa Kasih Bapa itu Menerima kita Apa adanya. Beliau mengajak peserta untuk hidup dalam Anugrah atau dalam Keajaiban Kasih Karunia.

Acara terakhir malam ini, bertemakan Youth for Christ, semacam acara kontemplasi, dimana seluruh peserta duduk melantai mengelilingi lilin-lilin yang dipasang di lantai; yang dibentuk salib. Lalu ada semacam proses komitmen dan re-komitmen kepada Tuhan.

(Disampaikan pada Retreat Komisi Remaja Shien Shin, GKA Gloria, Pacar, Surabaya, di Bukit Doa Immanuel, Prigen. Jumat/23 Juni 2006)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s