Lukas 11:27-28. Berbahagia karena Firman Allah

Posted on Updated on


Nats: Lukas 11:27-28. Berbahagia karena Firman Allah
Oleh: Bpk. Chandra

Pak Chandra mengkotbahkan dari Lukas 11:27–28. Sebagai ilustrasi awal diceritakan bahwa ikan mas habitatnya di air. Saat dibiarkan kekeringan di darat, ia kemudian disiram dengan air, dan ia langsung menggelepar. Seolah ia mau berkata, “Aku baru sadar air itu berharga/membahagiakan sekali.” Apakah ini menjadi gambaran kita, yang menerima limpahan Firman Tuhan, namun tidak berbahagia di dalamnya?

Pak Chandra menceritakan bahwa ada tiga orang RRC tumbuh di kampung. Orang pertama adalah pejabat baik; orang kedua adalah mahaguru baik; dan orang ketiga adalah petani biasa. Mereka suka filsafat dan suatu hari berkumpul. Sang pejabat ingin cangkir porselen dengan teh yang wangi dan seekor kuda. Sang mahaguru ingin cangkir coklat manis dan mata yang baik. Sedangkan petani, ingin yang biasanya tetap ada. Kemudian terjadi gempa berkekuatan delapan skala richter. Akibatnya, seekor kuda mati dan sebuah cangkir teh pecah. Sebuah mata cacat dan sebuah cangkir coklat pecah. Sedangkan bagi si petani, yang biasa-biasa tiap hari masih ada. Ini mengajarkan kita untuk bersyukur dan berbahagia untuk hal-hal yang biasa. Biarlah kita memfokuskan diri kepada Firman Allah.

(Disampaikan dalam Ibadah Chapel pagi STTRII, Rabu/3 November 2004)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s