Kolose 1:15-18. Kristus bagi Kita


Nats: Kolose 1:15-18. Kristus bagi Kita
Oleh: Bpk. Billy Sindoro

Alfred Nobel menciptakan dinamit dan menjadi kaya karenanya. Suatu hari, saudaranya meninggal dunia, namun namanyalah yang tercantum dalam iklan koran. Ternyata banyak orang tidak merasa kehilangan atas kematiannya, hal ini memukul dia. Hal ini mengubah dirinya. Dia ingin memberi manfaat bagi kemanusiaan. Maka dia mengusahakan adanya Nobel Prize. Hidup orang dapat berubah ketika ada perubahan paradigma/believe system.

Seorang kaya, yaitu Rockefeller, berkata, “Semakin aku kaya; semakin aku sadar bahwa aku tidak bahagia.” Oranglain lagi bernama Andrew Carnegie, berkata, “Sekarang waktu aku kaya, aku tidak bisa lagi tersenyum seperti sebelumnya.” Sebaliknya, orang seperti Gandhi juga berkata, “Aku tidak pernah takut untuk mati, tapi sekarang ini aku begitu ketakutan.” Demikian ada orang menjelang kematian, dan semakin ketakutan luarbiasa, meronta-ronta, teriak-teriak, “begitu gelap, begitu gelap, begitu gelap.”

Kolose 1:15–18, utamanya ayat 16 menulis, “karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.” Dari nats ini, kita melihat tiga hal penting:
Ayat 15: Keilahian Kristus.
Ayat 15 – 18: Keutamaan Kristus.
Ayat 17, 18: Kepala Gereja adalah Kristus.

Ciri orang Kristen sejati ada tiga:

1. Bertuhankan Kristus. Jadi bukan “diri” yang menjadi Allah. Kristus adalah satu-satunya Tuhan. Tapi bagaimana secara praktis? Siapa tuan siapa? Kerajaan siapa yang kita bangun? Kepada siapa kita berharap? Siapa yang ingin kamu sukakan?

2. Mengutamakan Kristus. Kristus satu-satunya yang utama; yang prime. Utama artinya tertinggi dalam posisi; tingkat; dan otoritas. Evaluasi diri: Siapa yang ingin dipuji? Siapa yang ingin dimuliakan? Siapa yang ingin diperhatikan?

3. Bertujuankan Kristus. Kristus ditempat yang utama. Tanpa tujuan, tak ada makna, tak ada harapan. Demikian diungkapkan Rick Warren. Kita tahu kegunaan kulkas, namun apa kegunaan kita?

Ketika hidup miserable…, syalom! I have found Christ!

(Disampaikan pada hari Kamis, 11 November 2004)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s