Context and Content


Antara Injil dan Dunia. Injil adalah konten dan identitas, sedangkan dunia adalah konteks dan realitas. Keduanya berelasi. Mendegradasi konten berarti menghilangkan identitas, sedangkan mengacuhkan konteks berarti gagal menghidup konten. Jadi, jangan kurangi konten, namun juga jangan acuhkan konteks. Ini bukan kompromi, melainkan kontekstualisasi.

Kompromi berarti mengurangi konten demi konteks atau konteks demi konten (ada yang dikorbankan). Kontekstualisasi berarti hidup dalam paradoks, yaitu konten 100% dan konteks 100%. Kita harus ingat bahwa dunia ini milik Bapa. Allah terkait dengan konten maupun konteks. Tentang konten, ada Mandat Budaya/Mandat Injil/Amanat Agung, sedangkan tentang konteks, ada Mandat Budaya.

Pikirkan tentang pluralitas tanpa kehilangan identitas, dan pikirkan tentang sinkretisme. Renungkan pula makna kata “misa”, yang berasal dari frasa, “ite missa est”, yang berarti “sekarang Anda dipersilahkan pergi!

(NT. Prasetyo, STTRII, Senin/25 Oktober 2004)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s