2 Tim.4:5, 9–18. Perintah Terakhir


Nats: 2 Timotius 4:5; 9-18.
Oleh: Ev. Agus Marjanto

Entah kapan, aku lupa waktu tepatnya, Pak Agus Marjanto menjelaskan bahwa Surat 2 Timotius ini adalah surat terakhir Paulus kepada Timotius, karena Paulus sedang berada di penjara. Isi surat bukan keluhan, namun perintah kepada Timotius. Ada empat perintah:
Pasal 1: Perintah memelihara Injil.
Pasal 2: Perintah menderita demi Injil.
Pasal 3: Perintah bertekun dalam Injil.
Pasal 4: Perintah menyebarkan Injil.

Tentang Timotius ini, ia dulu pernah bergabung dengan Silas dan Paulus dalam pelayanan. Ia sendiri berdarah campuran dan mau menyunatkan diri. Timotius adalah seorang penakut. Namun ia disuruh ke Tesalonika, Yerusalem, dan Korintus, bahkan menemani Paulus di penjara. Ia dipandang masih muda, namun pada zaman itu, usia muda yang dimaksud adalah karena belum mencapai 40 tahun ke atas. Usia 40 tahun ke atas barulah seseorang itu dianggap sudah dewasa. Secara fisik, Timotius sakit-sakitan.

Surat 2 Tim.4:8 menjadi proklamasi terakhir Paulus, “Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.”

Dari penggalian di atas, kita perlu belajar menyadari apa panggilan kita? Panggilan kita adalah untuk setia! Terkadang menjadi tersendiri dan bahkan, menderita. Ada dua hal yang harus kita pikul:
(1). Kuk (kerjakeras); dan
(2). Salib (penderitaan).

(Disampaikan dalam Ibadah Chapel Pagi STTRII, 2005 [?])

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s