Belajar Mengeja


Kisah berikut ini betul-betul terjadi. Suatu hari isteriku mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia kepada siswa-siswanya kelas 1 SD. Salah seorang muridnya bernama Yakomina (bukan nama sebenarnya).

Lily : “S-E-(se)-M-U-(mu)-T”
Yakomina : “Mute!!!” (harusnya SEMUT)
Lily : “G-E-(ge)-M-U-(mu)-K”
Yakomina : “Muka!!!” (harusnya GEMUK)
Lily : “T-U-(tu)-T-U-(tu)-P”
Yakomina : “Tupe!!!” (harusnya TUTUP)
Lily : (Langsung lemas karena sedih).

Di hari yang lain, dia mengajar mengeja lagi. Salah seorang muridnya bernama Obed (bukan nama sebenarnya).

Lily : “T-O-(to)-P-I-(Pi)”
Obed : “Pi…, Pipis!!!”
Lily : “N-A-(na)-S-I-(Si)”
Obed : “Si…, Sisir!!!”
Lily : (Dengan gemas berkata kepada siswanya) “Hiiiihhh!!! Naaakkkk!!! Ingat-ingat huruf depannya!!!”

(Oleh Ev. NT. Prasetyo, M.Div.)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s