Pedoman Perkunjungan/Pelawatan/Visitasi


Pedoman di bawah ini diadaptasi dari Pedoman yang pernah disusun oleh gereja-gereja yang sebelumnya di dalamnya saya pernah aktif melayani.

Tugas Pelawat:
1. Rajin mengikuti Pemahaman Alkitab dan membuat catatan yang perlu sebagai bekal pelawatan. Mempelajari dan mengingat ayat-ayat bacaan khusus sebagai penuntun menghadapi berbagai masalah.
2. Memperhatikan dan mempelajari daftar alamat anggota Pemuda yang harus dikunjungi.
3. Merencanakan bersama teman pelawat lain, hari dan waktu pelawatan, serta menyiapkan kelompok-kelompok alamat warga yang akan dilawat.
4. Menyiapkan formulir untuk mencatat hasil pelawatan, baik mengenai masukan atau perubahan alamat. Masukan diteruskan kepada Sie Pemerhati Pengurus Komda GKKK Jayapura.
5. Masukan tentang orang sakit atau berdukacita karena kematian atau yang sedang bergumul imannya, diteruskan segera kepada Sie Pemerhati, Pengurus Komda GKKK Jayapura.
6. Menghadirkan Kristus di rumah anggota pemuda yang dikunjungi, yaitu memberikan perhatian, menampung masukan, dan menolong sebagai saudara seiman.

Tanggungjawab Pelawat:
I. Sebagai Informator.
1. Memberikan informasi kegiatan/acara gereja/Komisi Pemuda, misalnya mengenai katekisasi, perayaan ulangtahun Komisi Pemuda, dsb.
2. Memberikan informasi nama dan alamat serta nomor telepon anggota pengurus Komda yang tinggal di dekat kediaman pemuda yang kita kunjungi.
II. Sebagai Motivator.
1. Memberikan himbauan untuk tertarik dan mengajak peran serta pemuda yang dilawatnya, dalam acara kegiatan Komda, baik yang dilaksanakan dalam gedung gereja, pos-pos kebaktian, atau di wilayahnya.
2. Memberikan dorongan untuk memberikan pelayanan sesuai talenta dan karunia Tuhan, dengan pembacaan Firman Tuhan.
3. Memberikan bantuan rohaniah dengan doa agar Allah dengan RohNya yang kudus, menolong anggota Komda yang dilawat dapat mengatasi masalahnya.
III. Sebagai Komunikator.
1. Mengkomunikasikan masukan, baik berupa masalah atau saran yang baik, kepada yang bersangkutan secara tepat dan cepat.
2. Mengkomunikasikan pentingnya anggota pemuda bersedia dan mau menyampaikan pergumulan hidupnya kepada Pembina atau pengurus Komda, misalnya memberitahukan temannya yang sakit, dan sebagainya.
IV. Sebagai Orang Kepercayaan Allah.
1. Dapat dipercaya menyimpan rahasia anggota pemuda yang dilawat, dengan pengertian tidak disebarkan sebagai berita umum dan tidak dibesar-besarkan.
2. Dapat dipercaya untuk tidak menceritakan masalah dari satu anggota pemuda kepada anggota pemuda yang lain, pada waktu melawat, sehingga membangkitkan kecurigaan dan rasa tidak percaya kepada pelawat tersebut.
3. Dapat menciptakan persekutuan kasih dan kerukunan hidup anggota pemuda. Mengerti akan masalah yang prinsip dan masalah yang tidak prinsipil bagi pelawat, yaitu senantiasa menjaga, memelihara kesatuan, kerukunan, dan kedamaian.

Kode Etik Melawat
1. Tidak semua orang siap mental dan waktu untuk dilawat. Oleh karenanya, sebaiknya pelawat membuat janji terlebih dahulu. Sudah tentu janji yang disepakati jangan diingkari.
2. Bilamana tidak mungkin membuat janji lebih dahulu, karena sudah lama tidak bertemu atau tidak mempunyai telepon, maka ketika pelawat tiba di rumah jemaat yang dilawatnya, sebaiknya ditanya dahulu, apakah dapat bertemu dan tidak mengganggunya?! Seandainya ada tanda-tanda keberatan, jangan dipaksa, dan pakai kesempatan untuk membuat janji kapan bersedia menerima lawatannya.
3. Sesudah mengucapkan “selamat pagi/sore”, segera menanyakan terlebih dahulu kebenaran nama dan alamat anggota pemuda yang dilawat. Jika benar (tidak salah alamat), maka pelawat memperkenalkan diri dan memberitahukan maksud kedatangannya. Ingat! Jangan segera bertanya mengenai pergumulannya atau mencari-cari masalah.
4. Duduklah di tempat yang ditawarkan oleh tuan/nyonya rumah dan tidak sekali-kali terus pergi melihat sudut ruangan atau tempat, seakan-akan datang untuk memeriksa keadaan rumah. Terkecuali bila diajak oleh tuan/nyonya rumah.
5. Jangan mengkritik keadaan rumah yang kotor atau acak-acakan, meskipun keadaannya memang demikian, sebab kita tidak tahu apa sebabnya.
6. Jikalau empunya rumah berbicara, dengarkan baik-baik dan jangan memotong atau menyela sesuka kita. Jikalau memang harus dipotong, karena pembicaraannya tidak relevan, hendaknya dengan meminta maaf terlebih dahulu baru memotong pembicaraan.
7. Dalam percakapan, jangan saling berebut waktu, kita harus sabar mendengar dan lebih banyak mendengar.
8. Bilamana ada anak yang nakal, biarkan tuan rumah yang menyelesaikannya, meskipun kita melihat ada salah tindak dari orangtuanya atau dari pemuda yang kita kunjungi. Kita jangan segera mencelanya. Kita perlu menolongnya, tetapi dengan waktu dan cara yang tepat dan mengenal, sehingga diterima baik.
9. Sambut dan terimalah suguhan yang disajikan dengan senang dan ucapan terimakasih. Bilamana ada suguhan yang tidak dapat kita makan atau minum, katakan terus terang alasannya dan minta maaf karenanya. Kejujuran sangat berharga.
10. Bilamana kita akan pamit, jangan lupa menyampaikan salam kepada tuan/nyonya rumah juga. Juga kepada orangtua atau saudara mereka yang ada di rumah, namun tidak ikut dalam percakapan.
11. Jikalau melawat di rumahsakit, pergilah melawat sesuai waktu kunjungan yang ditetapkan oleh Rumahsakit. Jangan menyita waktu kunjungan seluruhnya, karena waktu kunjungan di Rumahsakit terbatas. Berilah sanak saudaranya kesempatan untuk menggunakan waktu dan bercakap.
12. Bilamana yang sakit seorang wanita dan berada di dalam kamar tertutup, sebaiknya seorang pelawat wanita yang masuk terlebih dahulu, demikian juga sebaliknya. Maksudnya melihat dahulu apakah pasien (yang dilawat) sudah berada dalam keadaan siap menerima tamu, baik pria maupun wanita.
13. Jikalau melawat orang sakit, meski penyakitnya menular sekalipun, jangan sekali-kali bersikap jijik atau takut, karena jika kita bersikap jijik dapat menyakitkan hati yang dilawat.
14. Bilamana kita tidak menjumpai pemuda yang dilawat karena sedang pergi, belum pulang dari kantor/tempat kerjanya, tinggalkan kartu kunjungan yang telah disediakan, titipkan kepada tetangga terdekat, atau salah satu keluargnya, atau kotak surat, agar rekan pemuda yang dilawat mengetahui bahwa kita telah melakukan pelawatan bagi mereka.

Teknik Melawat:
1. Untuk melawat sebaiknya berdua, atau bertiga, jangan sendirian. Terkecuali untuk keadaan khusus dan mendesak. Maksudnya supaya ada kawan dan ada saksi dimana perlu.
2. Bila yang hendak dilawat seorang wanita, maka sebaiknya yang melawat ada wanitanya. Demikian juga sebaliknya. Kalau yang hendak dilawat seorang pria, yang melawat semuanya pria, baik. Demikian juga sebaliknya.
3. Usahakan jangan melawat berdua (pria – wanita yang bukan suami – isteri).
4. Setelah memperkenalkan diri, mulailah berbicara mengenai hal-hal yang bersifat umum, terutama yang sama-sama dirasakan. Maksudnya supaya kita menyamakan diri dan menempatkan diri pada posisi yang sama. Hal ini penting untuk membuka percakapan yang akrab dari dua pihak.
5. Bilamana yang dilawat belum siap membuka diri, jangan terus ditimpali dengan macam-macam pertanyaan. Sebab hal ini akan mengakibatkan ia terus menutup diri karena takut dan malu. Kita harus sabar menanti sampai ada tanda-tanda keterbukaan, barulah kita masuk dengan satu dua pertanyaan.
6. Untuk membuat keterbukaan seorang yang dilawat, dapat dengan memberi contoh menceritakan keadaan diri kita dan pergumulan kita, serta bagaimana mengatasinya.
7. Sikap yang simpatik dan penuh perhatian akan memberikan kesan baik dan terpercaya, sehingga orang tidak segan menceritakan keadaan diri dan rumahtangganya.
8. Bobot pelawatan adalah menyatakan kehadiran Kristus dalam diri pelawatan, di tengah-tengah jemaat yang dilawat, maka tidak perlu mencari-cari permasalahan bagi yang dilawat. Terkecuali yang dilawat menceritakannya sendiri, maka pelawat hendaknya menampung masalah yang disampaikan dengan penuh perhatian. Usahakan agar kita mendekatakan orang itu kepada Kristus, bukan sebaliknya, menjauhkan dia dari Kristus.
9. Selain pembicaraan yang bersifat umum, selanjutnya perlu dialihkan kepada percakapan mengenai kehidupan bergereja. Mulailah dengan memberikan informasi tentang kegiatan di Komda dan mengajak peran serta mereka. Dan jikalau yang dilawat sudah lama tidak ke persekutuan Komda, maka perlu diinformasikan kegiatan Komda pada umumnya. Dalam hal ini pelawat bertindak sebagai informator, motivator, dan dinamisator. Sebagai motivator, pelawat memberikan motivasi rohani dengan pembacaan Alkitab dan doa. Sebagai dinamisator, pelawat berusaha membangkitkan semangat/gairah yang dilawat untuk berperan serta dalam kegiatan Komda sesuai talenta dan karunia Tuhan.
10. Tunjukkan kesediaan untuk menolong dengan sungguh mengenai kebutuhan umum yang bersifat persoalan rohaniah gerejawi. Tentunya pelawat yang benar-benar dapat memberikan pertolongannya. Boleh juga menolong persoalann rohaniah yang bersifat umum, misalnya berdoa bersama pemuda atau bagaimana membaca Alkitab sehari-hari.
11. Bilamana yang disampaikan adalah perseolan rohani gerejawi, setelah didengarkan dengan penuh perhatian tanpa meremehkan, tawarkan apakah dapat diteruskan kepada majelis jemaat atau pengurus Komda untuk mendapat penyelesaiannya. Misalnya keterlibatan dalam upaya “kuasa gelap/perdukunan” dan sebagainya.
12. Bacakanlah bagian Alkitab yang tepat atau mendekati akan permasalahan yang dihadapi orang yang dilawat, juga doanya.

Petunjuk Praktis Pelawatan:
1. Bekal Melawat:
a. Alkitab
b. Daftar nama/alamat pemuda yang akan dilawat.
c. Lembar pedoman pelawatan pemuda
d. Buku laporan pelawatan.
e. Kartu pelawatan
f. Alat tulis.
2. Awal Melawat:
a. Berdoalah dahulu sebelum berangkat.
b. Membagi tugas siapa yang berdoa, siapa membaca Alkitab, dsb.
c. Mohon pimpinan Tuhan dalam pelawatan ini.
d. Telitilah kebenaran alamat pemuda yang akan dilawat.
e. Doakan pemuda yang akan dilawat.
3. Bila Tiba di Tempat Pemuda yang dilawat:
a. Ucapkan salam kepada pemuda yang dilawat atau keluarganya.
b. Jangan melupakan Kode Etik pelawat.
4. Sesudah kita berada di tempat Pemuda yang dilawat:
a. Beritahukan maksud dan tujuan dari lawatan.
b. Mendengarkan dengan baik, tidak menggurui, tidak memonopoli percakapan, tidak berebut dalam pembicaraan, baik dengan sesama pelawat ataupun dengan tuan/nyonya rumah.
c. Pelajarilah dan renungkan setiap percakapan yang disampaikan, adakah pergumulan dalam kehidupannya?
d. Baca kode etik dan teknik melawat!
5. Penyampaian Firman Tuhan:
Setelah cukup mendengarkan semua pembicaraan dan telah mengetahui keadaan pemuda tersebut, sampaikan Firman Tuhan sebagai pertolongan pada masanya.
6. Bila Pelawatan berakhir:
a. Memperhatikan dan menyimpulkan semua percakapan.
b. Menerima masukan berupa saran dan permintaan pemuda yang dilawat.
c. Sebelum mengakhiri pelawatan tersebut, tanyakan kepada pemuda yang dilawat, mungkin ada hal-hal yang perlu didoakan pada saat ini.
d. Akhiri pelawatan ini dengan doa, dan mendoakan pemuda yang dilawat.
e. Baca kode etik dan teknik melawat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s