Refleksi Artikel Andar Ismail yang Berjudul “Persahabatanku dengan Syarif” dalam “Seri Selamat: Selamat Panjang Umur”


Oleh: Ninie Agustine, Siswa Kelas X-2, SMAK Kalam Kudus Jayapura, 15 Mei 2012

Dalam artikel ini diceritakan sang penulis, Andar Ismail, [bahwa ia] memiliki seorang teman baik atau seorang sahabat sejak kecil. Sahabatnya ini bernama Syarif. Mereka memiliki banyak hal berbeda, baik dalam agama, latarbelakang keluarga, maupun status sosial, dan daerah asal. Mereka menjalin persahabatan di tengah-tengah semua perbedaan itu. Mereka kompak dan saling mendukng satu dengan lainnya. Mereka berbagi suka dan duka, senang dan sedih bersama. Walaupun sekarang ini mereka sudah hilang kontak, tapi ia tidak melupakan sahabatnya itu. Saya yakin Syarif sahabatnya itu juga tidak melupakan persahabatan mereka.

Saya merasa persahabatan mereka indah sekali, saling terbuka, mendukung, tidak ada iri dan dengki. Saya juga ingin mempunyai sahabat seperti itu dan juga ingin menjadi sahabat yang seperti itu untuk teman-teman saya dan juga oranglain. Saat ini saya memiliki sahabat. Ada yang sejak kelas lima SD, bahkan ada yang dari [sejak] kelas tiga SD. Karena sudah mengenal lama, kami bisa saling terbuka, curhat-curhatan, dan berbagi suka duka. Tapi, jujur saja terkadang saya masih suka iri dan kesal pada mereka, tapi saya mencoba mengerti dan memaafkan mereka. Sekarang pun saya masih sering berpikir, “Kenapa dia bisa? Kenapa saya tidak? Kenapa dia punya ini dan saya tidak?” Atau “enak sekali kalau saya bisa seperti dia.” Tanpa saya tahu sebelum kami mulai semakin terbuka, kalau [ternyata] dia juga ingin seperti saya. Selama ini saya tidak memikirkan kalau ada hal yang dapat dibanggakan dari diri saya, sampai akhirnya teman saya memberitahu[kannya] dan saya mulai mengerti. Ternyata benar kata orang, oranglain [terkadang] lebih mengerti tentang kita dibandingkan diri kita sendiri. Oranglain saja mengerti kita, apalagi Tuhan Yesus yang membuat dan menciptakan kita. Sudah seharusnya kita terbuka dan menjadikan Tuhan Yesus sebagai sahabat kita.

Melalui artikel ini saya semakin mengerti arti dari persahabatan, mengerti apa yang harus dilakukan dalam persahabatan dan berpikir untuk menjalani persahabatan yang lebih baik.

(Ditulis untuk memenuhi tugas Pelajaran Agama Kristen Ev. NT. Prasetyo, M.Div.)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s