Refleksi Artikel Andar Ismail yang Berjudul “Kehilangan dan Ditinggalkan” dalam “Seri Selamat: Selamat Mewaris”


Oleh: Ayling Soeryadi, Siswa Kelas X-2, SMAK Kalam Kudus Jayapura, 15 Mei 2012

Setiap orang pasti tidak menyukai rasa kehilangan dan ditinggalkan. Namun bagaimana jika hal itu harus terjadi dan kita dipaksa untuk melaluinya? Setiap orang pasti pernah kehilangan, dari [mulai] hal yang sederhana, sampai [pada] hal yang berharga. Penyebab kehilangan bisa berupa-rupa. Salah satu yang paling berat adalah kematian. Namun, apapun penyebabnya, kehilangan pasti terasa berat dan memukul.

Ketika merasa kehilangan, seseorang cenderung untuk selalu menyalahkan Tuhan. Orang cenderung tidak terima dan mengkambinghitamkan Tuhan tanpa berpikir panjang apa saja yang sudah [Tuhan] berikan dalam hidup.

Bahkan pemazmur sendiri telah mengungkapkannya di dalam Alkitab. Ia merasa luluh lantak dan menyusut habis seperti lilin yang meleleh. Ia merasa tak berdaya apa-apa seperti sudah mati.

Saya pun pernah merasa seperti itu ketika teman dekat saya meninggal beberapa waktu yang lalu. Pertama kali mendengar berita itu, saya merasa sangat bingung dan tidak ada arah hidup. Namun semakin hari saya [makin] terus belajar untuk mengendalikan perasaan itu dan mencoba mengikhlaskannya. Memang butuh waktu yang tidak cepat. Tapi akhirnya saya sadar kalau segala sesuatu ada akhirnya dan semua orang pun akan meninggal.

Saya juga setuju dengan pernyataan Bapak Andar Ismail bahwa semakin kita mencintai seseorang, semakin kita ikhlas dan rela melepasnya. Itulah harga yang harus di bayar karena cinta, yaitu sedih dan pedih karena berpisah dengan apa yang kita cintai.

Tapi dengan merasakan pedihnya kehilangan, saya [men]dapat[kan] pelajaran untuk bisa lebih menghargai apa atau siapa yang kita cintai dan bukannya menyalahkan oranglain apalagi Tuhan.

Semoga buku ini terus dapat memberkati lebih banyak orang.

(Ditulis untuk memenuhi tugas Pelajaran Agama Kristen Ev. NT. Prasetyo., M.Div.)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s