Posts Tagged With: Gembala

Mazmur 23. Tuhan sebagai Gembala


Nats: Mazmur 23. Tuhan sebagai Gembala
Oleh: Sdr. Ridwanta Manogu

Entah kapan, Ridwanta menyampaikan kotbah ini. Ia memberikan ilustrasi awal tentang ucapan Socrates, “Hidup yang tidak pernah diselidiki, adalah hidup yang tidak layak dihidupi.” Bandingkan dengan Yohanes Pembaptis yang sebagai hasilnya men-digest hidup, ia dapat berseru, “Behold, the Lamb of God!” sambil menunjuk kepada Yesus. Karena seruan Yohanes ini sebenarnya adalah reduksi dari Perjanjian Lama.

Pemazmur mengatakan, “Tuhan adalah gembalaku”. Ucapan ini bisa jadi diucapkan ketika Daud sedang dikejar Absalom atau juga pada akhir hidup Daud. Yang pasti, Daud pernah jadi gembala. Ia pernah berhadapan dengan binatang buas. Ia pernah mempertaruhkan nyawa demi domba-dombanya yang sangat bergantung nyawa padanya, baik dalam cari makan, maupun saat melahirkan. Intinya, domba tidak bisa hidup terpisah dari gembalanya. Sama dengan kita.

Ada dua poin diangkat oleh Ridwanta:

1. Daud melibatkan Tuhan dalam hidup.

Ia diurapi namun diabaikan, ia menang dari Goliat, namun malah jadi buronan. Meski demikian, kitab suci mencatat dalam 1 Sam.23, 30, dst. (hingga tujuh kali), bahwa, “bertanyalah Daud kepada Tuhan.” Bandingkan dengan warisan kaum Puritan. Mereka punya kebiasaan mencatat kotbah Minggu pagi. Sore harinya, mereka menyusun strategi untuk mempraktekkan Firman Tuhan.

2. Daud bersandar kepada Tuhan.

Bersandar kepada Tuhan itu menggelisahkan hati, namun yang menjadi kepastiannya adalah Pribadi Tuhan sendiri.

Ada empat hal yang harus dilakukan gembala sebelum domba dibaringkan:
1. Bebas dari rasa takut.
2. Bebas dari perselisihan dengan domba lain.
3. Bebas dari parasit.
4. Hanya mau dibaringkan kalau sudah kenyang.
Empat hal tadi dialami Daud, sehingga Daud bisa berkata, “Tuhan adalah gembalaku.

(Disampaikan pada Ibadah Chapel Pagi STTRI Indonesia, 2005 [?])

Categories: Tulisan | Tags: , , , , | Leave a comment

Lukas 2:8-20. Damai Sejahtera para Gembala


Nats: Lukas 2:8-20. Damai Sejahtera para Gembala
Oleh
:

Dalam Ibadah II Minggu di Gereja Kristus Cibinong, dikotbahkan Lukas 2:8–20 dan Efesus 2:14–18. Diawal kotbah, pengkotbah memberikan ilustrasi tentang Kaisar Agustus yang tidak bisa tidur nyenyak, sedangkan seorang pedagang yang sedang pailit malah tidur dengan nyenyak sekali. Kaisar kemudian berusaha membeli ranjang pedagang itu. Ini ilustrasi yang menggambarkan betapa orang mengejar damai sejahtera.

Bagi kita, bagaimana mendapatkan damai sejahtera? Kristus. Di zaman Perjanjian Lama, pekerjaan gembala dianggap sangat penting. Raja Daud dulunya adalah gembala. Namun di zaman Perjanjian Baru, pekerjaan gembala dipandang rendah. Salah satu perendahan mereka adalah bahwa di pengadilan mereka tidak bisa bersaksi. Namun kepada mereka, malaikat memberitakan berita damai sejahtera.

(Disampaikan pada Ibadah II Minggu Gereja Kristus Jemaat Cibinong, Minggu/26 Desember 2004)

Categories: Tulisan | Tags: , , , , | Leave a comment

Tiga Penginjil Dipendetakan!


Selamat kami ucapkan kepada ketiga penginjil kita yang pada Senin, 20 Oktober kemarin, telah dipendetakan!

Kiranya 1 Petrus 5:2 – 4 menguatkan Saudara, “Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri. Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu. Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.

tiga penginjil dipendetakan

Adapun profil ketiga pendeta kita ini adalah sebagai berikut:

1. Pdt. Yeremia Suebu, M. Div.
Lahir di Mamda, 16 Februari 1964. Menyelesaikan Sarjana Teologi (S.Th) di Seminari Alkitab Asia Tenggara (SAAT), Malang, dan Magister Divinitas (M.Div.) di Sekolah Tinggi Teologi (STT) Amanat Agung, Jakarta.
Memiliki seorang isteri bernama Dyah Muljati dan dua putera serta seorang puteri.

2. Pdt. Evelyn Sudibyo, B.C.M.
Lahir di Perak, Malaysia, 2 Juli 1972. Menyelesaikan Bachelor of Church Music (B.C.M.) di Singapore Bible College (SBC), Singapura. Beliau adalah isteri dari Ev. Aris Sudibyo, dan dikaruniai seorang putera.

3. Pdt. Polikarpus Wopari, S.Th.
Lahir di Wonti, 27 Oktober 1971. Menyelesaikan Diploma Teologi (D III) di STELA, Malang, dan S.Th di STT PATRIA, Blitar. Beliau adalah suami dari Ev. Susnawati dan ayah dari seorang puteri. Kini melayani di Pos Pekabaran Inji (Pos PI) Gereja Kristen Kalam Kudus di Arso XII.

(Ditulis oleh Ev. NT. Prasetyo, M.Div. dimuat dalam Warta Komisi Pemuda GK Kalam Kudus Jayapura, 23 Oktober 2008)

Categories: Tulisan | Tags: , , | Leave a comment

Create a free website or blog at WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

%d bloggers like this: