1 Tim.1:15, 2:1-7. Orang-orang yang DikasihiNya


Nats: 1 Tim.1:15 dan 1 Tim.2:1 – 7
Oleh: Ev. NT. Prasetyo, M.Div.

1. Bandingkan masa lalu Paulus (yang nama Ibraninya adalah Saulus) dalam 1 Tim. 13 dan Filipi 3:5 – 6. Membaca kedua bagian Alkitab ini, seperti apakah Anda menggambarkan kehidupan masa lalu Paulus?
Jawab: Masa lalu Paulus dapat digambarkan sebagai seorang “penganiaya/pelaku kekerasan yang mengatasnamakan agama.” Paulus bukan penjahat ataupun preman, ia adalah orang yang dimata masyarakat Yahudi nampak sebagai seorang agamawan, terpelajar, dan giat memperjuangkan kepentingan agama. Paulus mengira dirinya sedang “membela Allah”, padahal sebaliknya, ia justru sedang “menganiaya Allah.”

2. Apa yang Paulus lakukan terhadap para murid dan pengikut Yesus adalah salah satu penggenapan dari nubuatan Tuhan Yesus dalam Markus 13:9. Apakah situasi sebagaimana digambarkan di ayat 9 masih terjadi pada murid-murid Yesus di masa kini?
Jawab: Ya, di beberapa negara (termasuk Indonesia), penganiayaan atas nama agama masih terus terjadi.

3. Dalam Markus 13:9 Yesus memberikan pesanNya kepada kita dalam menghadapi “kekerasan atasnamakan agama.” Apakah pesanNya itu, dan apa maksudnya?
Jawab: Markus 13:9 merupakan bagian nubuatan yang Yesus ucapkan kepada para rasul untuk menggambarkan situasi menjelang dihancurkannya Bait Allah (Bdk. Markus 13:3 – 4) pada tahun 70 Masehi. Di ayat 9 ini, Yesus mengingatkan para muridNya untuk berhati-hati. Maksudnya: Terlepas dari apakah para murid akan mengalami aniaya karena nama Tuhan Yesus atau tidak (Mrk.13:11), namun satu hal yang pasti, “Injil harus diberitakan dahulu kepada semua bangsa” (Mrk.13:10). Dengan kata lain, ketika Yesus mengingatkan para murid dan juga kita untuk berhati-hati, Yesus bermaksud agar:
a. Para murid dan juga kita, tetap berpaut pada Tuhan Yesus;
b. Orientasi hidup para murid, dan juga kita, adalah agar Injil diberitakan, bahkan melalui penganiayaan yang kita alami (Mrk.13:11).

4. Paulus mengakui dirinya sebagai salah satu pelaku “kekerasan yang mengatasnamakan agama”? Ia menganiaya pengikut agama Kristen demi membela agama Yahudi. Apa yang menjadi dasar bagi TUHAN untuk menyelamatkan Paulus (1 Tim.2:13 dan 16)?
Jawab: Dasarnya adalah semata-mata BELAS KASIHAN-Nya atau KEMURAHAN HATI-Nya. Jadi, Paulus adalah salah seorang yang menggambarkan tema kita, yaitu “Orang yang dikasihi (dan dikasihani) Allah.”

5. Di dalam dunia teologi ada istilah doktrin pemilihan (election atau predestinasi). Doktrin pemilihan artinya: “Satu tindakan Allah sebelum penciptaan dimana Allah memilih beberapa orang untuk diselamatkan, dan ini dilakukan BUKAN karena sebelumnya Allah melihat kebaikan seseorang, NAMUN semata-mata karena kerelaan kehendakNya yang berdaulat.” Berikut ini adalah ayat-ayat yang mendukungnya: Kis.13:48; Roma 8:28 – 30; Roma 9:11 – 13; Roma 11:7; Efesus 1:4 – 6, 12; 1 Tes.1:4 – 5; 2 Tes.2:13; 2 Tim.1:9; 1 Petrus 1:1; 1 Petrus 2:9; Wahyu 13:7 – 8; 17:8, dan banyak lagi. Karena itu kita bisa menyanyikan syair lagu yang berbunyi, “Kau telah memilihku, sebelum dunia dibentuk, betapa aku bersyukur padaMu….” Persoalannya, bagaimana untuk menyelaraskan antara Doktrin Pemilihan ini dengan 1 Tim.2:4 dan ayat 6?
Jawab: Ayat Alkitab tidak mungkin bertentangan. Jadi, jika ada ayat-ayat Alkitab yang nampak bertentangan, ayat yang jelas harus memperjelas yang tidak jelas. Dalam ayat-ayat yang dicantumkan dalam soal nomor 5, jelas bahwa Allah memilih orang-orang tertentu untuk menerima keselamatan dariNya. Itu semua semata-mata karena KEMURAHAN HATI Allah (Roma 9:13 – 18). Namun apa maksudnya bahwa Allah menghendaki “semua orang” diselamatkan dan apa maksudnya bahwa Allah memberikan diriNya sebagai tebusan bagi “semua orang”? John Murray menjelaskan bahwa, “Kata-kata seperti ‘dunia’ dan ‘semua’ dan ungkapan-ungkapan seperti ‘setiap orang’ dan ‘setiap manusia’ di dalam Alkitab TIDAK SELALU bermakna setiap anggota (individu) dari umat manusia.” Sementara itu, John Owen (1616 – 1683) menjelaskan 1 Tim.2:4 – 6 dengan menjelaskan, “Kita harus mengartikan kehendak Allah di sini sebagai ‘apa yang Ia harus kerjakan,” dan oleh karena itu kita tahu bahwa keinginan itu pasti terlaksana. Jadi kita bertanya: Kalau begitu apa pengertian dari ‘semua orang’ karena jelas semua manusia tidak diselamatkan. Paulus mengartikan ‘semua orang’ disini sebagai ‘semua jenis (golongan) manusia yang hidup pada masa pemberitaan Injil ini’.” Jadi, ketika Paulus menyatakan bahwa, “(Allah) menghendaki supaya semua orang diselamatkan” itu maksudnya bahwa Allah menghendaki, BUKAN supaya semua individu manusia diselamatkan (karena kenyataannya ada yang tidak selamat), melainkan supaya semua golongan manusia diselamatkan:
baik yang kaya, maupun yang miskin;
baik yang Yahudi, maupun non Yahudi;
baik budak, maupun orang merdeka;
baik yang terpelajar, maupun tidak terpelajar;
baik yang pejabat, maupun rakyat jelata; dsb.
Demikian juga ketika berbicara mengenai “penebusan”.
Apabila Kristus dikatakan “menebus” semua individu manusia, padahal kenyataanya ada individu manusia yang tidak mengalami penebusan Tuhan, berarti penebusan Kristus ada yang digagalkan oleh manusia, dan ini tidak mungkin. Jadi yang lebih masuk akal adalah bahwa “Kristus hanya menebus mereka yang mendapat kemurahan hatiNya.” Kalimat dalam 1 Tim. 2:16 bahwa Kristus “telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia” berarti bahwa Kristus BUKANNYA menebus setiap individu manusia, melainkan menebus semua golongan manusia:
baik yang kaya, maupun yang miskin;
baik yang Yahudi, maupun non Yahudi;
baik budak, maupun orang merdeka;
baik yang terpelajar, maupun tidak terpelajar;
baik yang pejabat, maupun rakyat jelata; dsb.

6. Apabila kita yang telah menjadi murid Kristus terhitung sebagai umat pilihan, bagaimana sikap kita terhadap sesama kita yang bukan murid Kristus? (1 Tim.2:1 – 3).
Jawab: Kita tidak pernah bisa tahu, siapa yang terhitung umat pilihan dan siapa yang bukan. Karena itu bukan tugas kita untuk menghakimi atau menilai. Karena itu Paulus hanya menasehatkan Timotius untuk mendoakan semua orang. Sebagaimana TUHAN tidak pandang bulu dan akan menyelamatkan dan menebus manusia dari semua golongan, demikian juga Timotius diminta untuk mendoakan semua manusia, dalam arti: semua golongan manusia. Secara khusus dalam hal ini: Golongan Para Penguasa (pemerintah). Inilah aplikasi bagi kita malam ini. Marilah kita mengajak seluruh anggota keluarga kita untuk tidak pandang bulu dan mendoakan semua golongan manusia:
baik yang kaya, maupun yang miskin;
baik yang Yahudi, maupun non Yahudi;
baik budak, maupun orang merdeka;
baik yang terpelajar, maupun tidak terpelajar;
baik yang pejabat, maupun rakyat jelata; dsb.

Literatur Rujukan:
1. Teolog-teolog yang saleh dan pintar seperti John Calvin, John Owen (1616 – 1683), John Murray menjelaskan tentang doktrin pemilihan ini. Dalam edisi Indonesia, buku-buku mereka diterbitkan oleh Penerbit Momentum, Surabaya.
2. John Murray, Redemption, Accomplished, and Applied (Grand Rapids, Michigan: Wm. B. Eerdmans, 1993), 59.
3. John Owen, Kematian yang Menghidupkan, trans. Yanti (Surabaya: Momentum, 2009), 125 – 126.

(Disampaikan dalam Persekutuan Rayon Filadelfia, GK Kalam Kudus Jayapura, 2012).

About these ads
Categories: Tulisan | Tags: , , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

%d bloggers like this: