Refleksi dari Keseluruhan Kitab Keluaran


Berkat Allah di sepanjang Kitab Keluaran:
1. Israel ditebus dari Mesir (pasal 1 – 18).

1.A. Israel di Mesir (1:1 – 12:36).
Allah memelihara kehidupan keluarga besar Yakub, melalui anaknya, Yusuf, yang telah menjadi pejabat di Mesir. Sekitar 70 jiwa telah Tuhan pelihara terlepas dari ancaman kematian akibat bencana kelaparan. Betapa rencana keselamatan Allah melalui garis mesianis tidak mungkin digagalkan bahkan oleh bencana pangan (1:1 – 6).
Allah memultiplikasikan jumlah umatNya. Dapat dibayangkan, dari beberapa perempuan mandul bernama Sara; Ribka; dan Rahel, telah bermultiplikasi menjadi satu bangsa yang tentang mereka dikatakan, “mereka bertambah banyak dan dengan dahsyat berlipat ganda, sehingga negeri itu dipenuhi mereka” (1:7).
Allah memperkokoh kehidupan umatNya dengan terus memultiplikasikan jumlah mereka (1:8 – 12). Niat jahat dari raja Mesir yang sengaja hendak menghentikan jumlah umat Allah, justru Allah jawab dengan, “makin ditindas, makin bertambah banyak dan berkembang mereka, sehingga orang merasa takut kepada orang Israel itu” (1:12). Lucu sekali, umat Israel adalah budak-budak yang disegani.
Allah bekerja melawan penguasa dunia melalui orang-orang sederhana yang takut akan Allah, seperti bidan Sifra dan Pua (1:13 – 17). Ketika raja Mesir memperberat kerja paksa atas orang Israel, dan bahkan secara lebih spesifik memerintahkan bidan-bidan untuk membunuh anak laki-laki orang Ibrani, Allah pun bekerja secara lebih spesifik pula. DipakaiNya dua orang bidan yang takut akan Allah untuk “mengalahkan” rencana jahat raja Mesir. Seorang raja Mesir, dikalahkan oleh dua orang perempuan.
Allah menunjukkan upahNya kepada para bidan dan – sekali lagi – kepada bangsa Israel. Tuhan menganugerahkan berkat rumahtangga kepada kedua orang bidan yang takut akan Tuhan itu, dan semakinlah orang Israel bermultiplikasi, sampai-sampai akhirnya raja memerintahkan seluruh rakyatnya untuk melemparkan segala anak laki-laki yang lahir bagi orang Israel ke Sungai Nil. Sebuah tindakan yang menunjukkan bahwa sang raja jahat itu frustasi. Hebat sekali Allah kita, membuat musuh-musuhNya frustasi. Jadi jika kita mengalami tantangan dari musuh-musuh Allah, dan tantangan itu makin berat, jangan-jangan itu terjadi karena Allah telah membuat musuh-musuhNya itu makin frustasi (1:18 – 22).
Allah memberkati satu keluarga kecil dengan seorang anak laki-laki yang cantik. Dan melalui perempuan-perempuan Ibrani yang menjadi obyek penindasan, raja Mesir diperdaya (2:1 – 4).
Allah – dengan lebih kreatif lagi – memakai, bahkan puteri Mesir sendiri, untuk menyelamatkan umatNya (secara khusus, Musa). Disinilah saya justru melihat peristiwa “merampasi orang Mesir” itu sudah terjadi (2:5 – 10).
Allah menyelamatkan Musa untuk kedua kalinya, meskipun kali ini disebabkan karena kebodohan Musa sendiri (2:11 – 15). Bahkan kebodohan yang orang percaya 2
lakukan pun tidak akan menggagalkan rencana penebusan Allah; dan sebaliknya bahkan menggunakan itu untuk kepentingan Allah sendiri. Luarbiasa.
Allah memelihara Musa dalam pelariannya, dengan sebuah kehidupan rumahtangga (2:16 – 22).
Allah mendengar umatNya mengerang, dan mengingat perjanjianNya, dan memperhatikan umatNya (2:23 – 25). Betapa Allah kita adalah Allah yang penuh kasih setia.
Allah memberikan anugerah pengutusan kepada Musa untuk memimpin umat Allah keluar dari perbudakan Mesir (3:1 – 12).
Allah memperkenalkan namaNya sendiri kepada Musa dan kepada Israel (3:13 – 20).
Allah akan memenuhi kebutuhan umat untuk umat melakukan apa yang Allah perintahkan. Ini dialami Israel dalam peristiwa “merampasi orang-orang Mesir” (3:21 – 22). Pada waktu kemudian, bangsa Israel bisa membangun Tabernakel karena ada peristiwa ini. Dengan harta orang Mesir, orang Israel dapat beribadah kepada Tuhan. Luarbiasa. Peristiwa ini menjadi nyata dalam 12:35 – 38.
Allah menyertai Musa dengan tanda-tanda ajaib, untuk Musa berbicara kepada Firaun (4:1 – 9).
Allah mengutus Harun sebagai berkat buat Musa, sehingga Musa kini memiliki juru bicara, dan Allah memberikan Musa kuasa, salah satunya melalui tongkat yang ada pada Musa (4:10 – 17).
Allah memberikan berkat kepada Musa melalui restu mertuanya, untuk Musa dan keluarganya bisa kembali ke Mesir (4:18 – 23).
Allah mengaruniakan kepada Musa, isteri yang baik, sigap dan berani, sehingga Musa sendiri terhindar dari hukuman mati dari Allah (4:24 – 26).
Allah mengaruniakan kepada Musa dan Harun, perhatian dari bangsa Israel (4:27 – 31).
Allah dengan tanda-tanda yang ajaib, bertempur dan mengalahkan semua ilah-ilah Mesir (5:1 – 12:36).
1.B. Perjalanan dari Mesir ke Sinai (12:37 – 18:27).
Allah menetapkan perayaan Paskah bagi umat Allah; suatu bayang-bayang dari peringatan akan karya Allah melalui Yesus Kristus di kemudian hari, dan juga menetapkan tentang anak sulung dan Hari Raya Roti Tidak Beragi (12:1 – 28; 43 – 51 dan 13:1 – 16).
Allah menuntun umatNya keluar dari Mesir, dengan dinaungi tiang awan dan tiang api (12:39 – 42 dan 13:17 – 22). Ini pasti menjadi pemandangan yang luarbiasa menakjubkan: Ada obor berjalan di malam hari, dan tiang awan yang bergerak di siang hari.
Allah membuat keajaiban menyelamatkan umatNya dengan membelah Laut Merah demi menuntun umatNya melintasi dataran kering, lolos dari kejaran pasukan Firaun (14:1 – 31). Satu perbuatan besar yang membuat bangsa-bangsa takjub dan gentar kepada Allah dan umatNya. Mahabesar Tuhan yang sanggup membuat segala perkara mengherankan ini!
Allah membuat umatNya bernyanyi memuji kebesaran Tuhan (15:1 – 21). Sesungguhnya ketika kita masih bisa memuji Tuhan, itu adalah anugerah Tuhan. 3
Allah membuat keajaiban dengan menolong orang Israel mendapatkan air yang layak minum, tidak hanya itu, disana Tuhan memberikan “ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan kepada mereka dan disanalah Tuhan mencoba mereka.” Bahkan kemudian mereka sampai ke dua belas mata air, suatu tempat yang perhentian yang tepat sama jumlahnya dengan jumlah Israel, dengan pohon-pohon korma yang tepat jumlahnya pula (15:22 – 27).
Allah memberkati mereka dengan manna, roti dari sorga, selama 40 tahun lamanya. Luarbiasa Allah memelihara sehari demi sehari, tidak pernah umatNya berkekurangan (16:1 – 36).
Allah sekali lagi menyatakan mujizatNya kepada Israel, kali ini dari sebuah bukit batu. Bangsa itu bisa memperoleh minum, meskipun bangsa bebal itu terus saja mempertanyakan kebaikan Tuhan (17:1 – 7).
Allah senantiasa menjadi pelindung bagi Israel. Mesir dibinasakan. Kali ini Amalek pun dikalahkan. Hanya melalui sebuah tongkat yang terangkat, Tuhan memberikan kemenangan bagi Israel (17:8 – 16).
Allah berkasih karunia memberikan hikmat kepada Musa melalui perantaraan Yitro, mertuanya, sehingga Musa bisa lebih efektif memimpin umat Tuhan (18:1 – 27). Sungguh Tuhan baik kepada Musa, karena telah memberikan kepada Musa keluarga yang mendukung dia.
2. Israel mendapat karunia Kovenan dengan Yahwe dan Hukum Allah di Sinai (19:1 – 40:38).

2.A. Kovenan Allah dengan Israel (19 – 24).
Allah mengaruniakan kehormatan kepada Israel sehingga bangsa itu diperkenankan Tuhan untuk melihat kemuliaan Tuhan dari kaki gunung Sinai (19:1 – 25). Sebuah pemandangan yang sudah cukup menggetarkan umat itu.
Allah mengaruniakan kehormatan kepada Israel dengan mengadakan Kovenan dengan mereka yang strukturnya adalah sebagai berikut:
20:1 – 2a : Pendahuluan 20:2b : Prolog historis. 20:3 – 17 : Ketentuan-ketentuan umum. 20:18 – 23:33: Ketentuan-ketentuan khusus. 25:1 – 22 : Penyimpanan naskah Kovenan dan pembacaan periodik. (Ul.30:19; 31:28: Doa para saksi) (Imamat 16: Kutuk dan Berkat) 24:1 – 3 : Sumpah dari para hamba untuk taat. 24:4 – 18 : Upacara yang hikmat.
2.B. Membangun Tabernakel (25 – 40).
Allah dengan begitu kreatif menuntun umatNya untuk membangun Tabernakel beserta segala isinya, dan menetapkan segala hal berkaitan dengan keimamatan di tengah-tengah kehidupan bangsa Israel. Sungguh ajaib Tuhan, karena semua hal yang dibuat memiliki makna mesianik, dimana unsur-unsur dalam Tabernakel dan keimamatan bangsa Israel menjadi tipologi yang menunjuk kepada Mesias dan karya-karyaNya di kemudian hari (25:1 – 40:33).
Allah begitu baiknya kepada bangsa Israel, karena Ia berkenan tinggal di tengah-tengah mereka, dan penyertaanNya nyata melalui tiang awan dan tiang api (40:34 – 38). Jauh sebelum Perjanjian Baru mengajarkan tentang Imanuel, Allah di tengah-tengah kita. Bangsa Israel telah terlebih dahulu mengecap pengalaman ini. Sungguh besar anugerah Tuhan! Tidak berkesudahan kasih setiaNya! Bagi Israel di masa lalu, dan tentunya bagi kita umatNya di masa kini yang juga sedang berada di dalam pengembaraan menuju Rumah yang Kekal, melalui kehadiran Roh Kudus di dalam hati kita.

(Ditulis untuk memenuhi tugas matakuliah Grace in The Old Testament yang diampu David L. Talley, Ph.D., 29 Juli 2011)

Categories: Tulisan | Tags: , , , , , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Proudly powered by WordPress Theme: Adventure Journal by Contexture International.

%d bloggers like this: